Fabregas Cepat Beralih Jadi Pelatih Karena Dampak COVID
Gambar atau konten salah?
Cesc Fabregas menjelaskan mengapa ia memutuskan untuk menjadi pelatih dengan cepat. Keputusan itu dipicu oleh situasi COVID-19 yang mengganggu jadwal sepakbola di seluruh dunia.
Pandemi COVID-19 mulai melanda pada 31 Desember 2019 dan akhirnya dinyatakan berakhir oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada 15 Juni 2023. Selama hampir satu tahun, kompetisi sepakbola hampir berhenti, termasuk liga-liga utama di Eropa.
Peristiwa ini mengubah jalur karier Fabregas. Saat masih bermain untuk AS Monaco di Liga Prancis, ia absen hampir seluruh musim 2021 karena cedera. Pada 01 Agustus 2022, ia pindah ke Como, klub yang berkompetisi di Serie B Italia.
Selama proses di Como, Fabregas memutuskan pensiun di akhir musim 2022/2023. Ia kemudian melanjutkan perjalanan sebagai pelatih kepala tim U‑19 dan tim B Como.
Di bulan November 2023, ia diangkat sebagai pelatih sementara tim utama Como. Setelah memperoleh lisensi UEFA Pro, jabatan tersebut menjadi tetap dan ia tetap memimpin tim hingga kini.
“Jika bukan karena Covid, saya tidak akan mengambil keputusan untuk mendapatkan lisensi UEFA B dan kemudian lisensi A. Tanpa momen itu, saya rasa saya tidak akan siap secepat ini,” kata Fabregas kepada Telegraph.
“Ketika saya memutuskan untuk datang ke Como, saya tahu berada di tahap akhir karier bermain. Saya tidak terlalu peduli di mana saya akan berakhir. Saya hanya ingin menyelesaikan karier bermain bukan di bangku cadangan, bukan di daftar cedera, bukan itu semua,” sambungnya.
“Suatu hari, setelah pertandingan, saya memberi tahu istri bahwa saya bermain sangat buruk. Saya bermain sangat buruk dalam tiga pertandingan terakhir musim itu (2022/2023).”
“Saya berkata, ‘Saya bermain sangat buruk, saya tidak menikmati latihan, apa yang saya lakukan?’ Jadi saat itulah saya memutuskan untuk berhenti. Dan kemudian, ya, saya bersama tim U‑19 selama tiga atau empat bulan, dan kemudian saya membuat keputusan untuk bergabung dengan tim utama,” mantan pemain Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu menjelaskan.
Fabregas kini membawa Como tampil solid di Serie A, liga Italia. Klub tersebut duduk di posisi kelima dengan 62 poin, berjuang untuk tiket ke Liga Champions.
Perjalanan Fabregas dari pemain senior ke pelatih kepala menandai perubahan signifikan dalam kariernya, dimotivasi oleh pandemi dan keinginan untuk terus terlibat dalam sepakbola, meski di peran yang berbeda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Florentino Perez Kampanye Presiden Real Madrid dengan Mourinho
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Gilberto Mora, Pemain Termuda Piala Dunia 2026, 17 Tahun
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
