Fabregas Jadi Pelatih Como, Target Premier League 2024
Gambar atau konten salah?
Nama Cesc Fabregas kini menggetar di dunia pelatih. Ia sudah dipertimbangkan oleh klub-klub top di Premier League dan berkeinginan melatih di Inggris, meski belum siap saat ini.
Fabregas menaklukkan posisi kepala pelatih bersama Como. Klub ini dimiliki oleh pengusaha Indonesia, Hartono bersaudara, dan menantang untuk meraih posisi di Eropa. Saat ini, Como berada di posisi enam klasemen Liga Italia dan masih punya peluang untuk lolos ke Liga Champions. Jika berhasil, itu akan menjadi pencapaian terbaik bagi klub Lombardia. Sementara itu, bila gagal, klub tetap dapat masuk ke zona kompetisi Eropa lain seperti Liga Europa atau UEFA Conference League, yang juga merupakan tonggak penting bagi skuadnya.
Keberhasilan Fabregas tidak semata-mata berasal dari hasil di lapangan. Ia menjadi salah satu pelatih muda di Italia yang memperbarui pendekatan permainan. Como menekankan penguasaan bola, namun juga menyoroti kecepatan mengalirkan bola dan vertikalitas. Fabregas ingin timnya memaksa tekanan lawan dan cepat melihat celah terbuka.
Dengan gaya bermain yang agresif, Fabregas memanfaatkan pemain muda yang siap menjalankan visinya. Kombinasi ide dan hasil di lapangan menarik perhatian klub di Inggris, termasuk Chelsea yang kini mencari manajer tetap baru.
“Premier League itu liga terbaik di dunia. Saya sudah selalu jelas tentang itu. Saya merasakannya sebagai pemain, sebagai pelatih, dan sebagai penggemar,” jawab Fabregas soal melatih di Premier League.
“Tapi (Jose) Mourinho pernah bilang suatu hari saat saya masih di Chelsea, bahwa saya masih punya 30 tahun untuk bekerja. Jadi saya bisa di sini selama 10 tahun lagi, dan masih bisa ke Premier League dalam 12, 15 tahun.”
“Sepakbola itu sangat tidak bisa diprediksi, bisa berubah dalam sedetik. Satu hari Anda jadi yang terbaik, esok hari Anda jadi yang terburuk. Jadi mari nikmati saja momen ini.”
“Saya suka menikmati momen ini. Kami menjalani hal yang indah di sini. Jadi lihat saja apa yang akan terjadi di masa depan,” imbuhnya.
Fabregas tetap menaruh harapan pada masa depan di Inggris, sementara peran di Como memberi peluang untuk menorehkan sejarah klub. Keinginan untuk melatih di Premier League tetap terbuka, dan setiap langkah di Italia menambah pengalaman berharga bagi kariernya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Berita Terbaru
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
SIM Digital Korlantas: Praktis, Aman, dan Dinamis Baru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
