Fardhan 13 Tahun Jadi Haji Termuda di Surabaya, Bali
Gambar atau konten salah?
Fardhan Aruna Syafazani Wibowo, seorang remaja berusia 13 tahun asal Bali, siap memulai perjalanan ke Baitullah. Ia menjadi haji termuda di Embarkasi Surabaya.
Di Asrama Haji Sukolilo, Fardhan tiba pada Sabtu, 09 Mei 2026 bersamanya ibu, Siska Aprilia, berusia 41 tahun. Kehadiran sang termuda disambut hangat oleh pejabat Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH). Meski tampak malu, raut wajahnya menunjukkan tekad.
Keberangkatan Fardhan kali ini memiliki makna mendalam. Ia menggantikan ayahnya, yang meninggal pada 2023 akibat kanker. Siska mengingat, “Saya bilang, ‘Kak, mama berangkat tahun ini. (Porsi) ayah bisa dialihkan ke kamu, kamu gimana?’ Dia langsung terharu,” katanya saat ditemui di asrama pada Minggu, 10 Mei 2026.
Di balik usia muda, Fardhan menempuh pendidikan di kelas 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs). Ia bercita‑cita menjadi Hafiz Quran. Saat ini, ia telah menghafal 8 juz dan optimis menyelesaikan 30 juz setelah kembali dari Tanah Suci. Untuk menunaikan rukun Islam kelima, ia harus mengundurkan diri dari sekolah selama satu bulan. Ia bahkan menyelesaikan ujian-ujian lebih awal agar dapat mendampingi ibunya.
Suatu cerita unik muncul ketika Fardhan berpamitan. Teman-temannya tidak hanya bersalaman, melainkan menitipkan satu buku penuh doa. “Mereka menulis titipan doa, diputar satu buku itu berkeliling di kelas. (Teman-temannya bilang) ‘Nitip ya, nitip ya,’” ungkap Siska. Buku doa tersebut kini tersimpan rapi di koper, siap diterbangkan ke Makkah.
Fardhan dan ibunya tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 71 yang dijadwalkan terbang menuju Tanah Suci pada Minggu, 10 Mei 2026. Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As'adul Anam, menitipkan pesan khusus: “Semoga keberangkatannya bisa menjadi wasilah (perantara) untuk orang tuanya, sehingga bisa menjadi yang terbaik,” pungkas Anam.
Perjalanan ini tidak hanya menjadi pelaksanaan ibadah bagi Fardhan, tetapi juga pengingat akan nilai keluarga dan tekad muda. Dengan doa dan dukungan, ia melangkah menuju Tanah Suci, membawa harapan bagi dirinya, ibunya, dan roh ayahnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
