FBI Selidiki Tujuh Game di Steam Diduga Malware

Wati N. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
FBI Selidiki Tujuh Game di Steam Diduga Malware

Gambar atau konten salah?

Biro Investigasi Federal atau FBI sedang menyelidiki platform jual beli game, Steam, milik Valve. Penyelidikan ini berfokus pada sejumlah judul game yang diduga mengandung malware.

Dari ratusan ribu game yang tersedia di Steam, FBI mencatat ada tujuh judul yang kini berada dalam pengawasan mereka. Game-game tersebut adalah BlockBlasters, Chemia, Dashverse/DashFPS, Lampy, Lunara, PirateFi, dan Tokenova. Dokumen resmi investigasi menunjukkan bahwa ketujuh game ini kemungkinan besar dikelola oleh orang atau kelompok yang sama.

FBI mengungkapkan bahwa serangan malware ini terjadi antara bulan Mei 2024 hingga Januari 2026. Selama periode tersebut, salah satu dari tujuh game, yaitu BlockBasters, dilaporkan melakukan penipuan uang terhadap seorang streamer Twitch ternama.

Saat ini FBI masih melanjutkan penyelidikan. Mereka mengharapkan para korban dapat memberikan informasi lebih lanjut, termasuk bagaimana mereka menemukan game-game tersebut dan jumlah kerugian finansial yang dialami.

Popularitas Steam memang besar, memfasilitasi promosi game, termasuk dari pengembang kecil. Namun, kondisi ini juga menarik pelaku kejahatan yang merusak platform. Sifat terbuka dari Steam Workshop diyakini menjadi sumber utama serangan berbahaya terhadap pemain.

Valve secara rutin menghapus game yang terbukti menipu gamer. Seringkali upaya penipuan ini muncul bersamaan dengan perilisan game resmi, bertujuan mencuri data pemain. Kini, FBI mengambil langkah investigasi penuh terhadap ketujuh game tersebut.

Investigasi FBI ini bukan satu-satunya masalah hukum yang dihadapi Steam. Sebelumnya, Valve juga digugat oleh Negara Bagian New York. Jaksa Agung Letitia James mengajukan gugatan pada akhir Februari, menyoroti fitur loot box (kotak jarahan) di Steam.

James mengklaim bahwa loot box dalam game seperti Dota 2 dan Team Fortress 2 merupakan bentuk perjudian ilegal yang dipasarkan kepada anak-anak. Gugatan tersebut menuntut denda tiga kali lipat dari total pendapatan Valve dari penjualan loot box.

Selain itu, Valve juga menghadapi gugatan dari Negara Bagian Washington dan Performing Right Society yang berbasis di Inggris, masing-masing terkait isu loot box dan pelanggaran hak cipta.

FBI menyelidiki tujuh game di platform Steam yang diduga mengandung malware, beroperasi antara Mei 2024 hingga Januari 2026. Investigasi ini muncul di tengah upaya Valve memberantas penipuan di platformnya, sementara Valve sendiri sedang menghadapi gugatan hukum terpisah terkait fitur loot box di New York.

FBISteamMalwareInvestigasi GameValveKotak JarahanGugatan Hukum

Komentar

Memuat komentar...