Ferry Juliantono Dorong Kopelindo Masuk Sektor Strategis

Dedi S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Ferry Juliantono Dorong Kopelindo Masuk Sektor Strategis

Gambar atau konten salah?

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak koperasi besar di Indonesia untuk keluar dari zona nyaman, khususnya Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo). Ia menegaskan bahwa koperasi harus berani menembus sektor ekonomi strategis guna memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

Menurut Ferry, momentum transformasi ekonomi saat ini memberi peluang bagi koperasi untuk masuk ke lini bisnis yang memiliki dampak luas. Ia menekankan pentingnya sektor energi, pangan, dan infrastruktur sebagai ladang pengabdian sekaligus bisnis yang menjanjikan.

“Koperasi jangan hanya puas di sektor simpan pinjam atau jasa penunjang kecil‑kecilan. Saya mengajak Kopelindo untuk berani ekspansi ke sektor strategis. Kita ingin melihat koperasi terlibat dalam pengelolaan logistik nasional yang lebih luas, energi terbarukan, bahkan ketahanan pangan,” ujar Ferry saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopelindo di Surabaya, 28 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa sebagai koperasi berbasis pelabuhan, Kopelindo memiliki posisi tawar yang kuat untuk memperbesar skala bisnis di rantai pasok global. Menurutnya, pemerintah siap memberikan dukungan regulasi agar hambatan birokrasi bagi koperasi yang ingin masuk ke sektor padat modal dapat diminimalisir.

Selain ekspansi sektor, Ferry menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola. Ia mengapresiasi konsistensi Kopelindo dalam melaksanakan RAT tepat waktu sebagai bentuk transparansi kepada anggota. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan masa depan menuntut kecepatan digital.

“Ekspansi ke sektor strategis mustahil dilakukan tanpa penguatan teknologi informasi. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kewajiban agar koperasi bisa bersaing dengan korporasi swasta maupun BUMN,” imbuhnya.

Ferry menambahkan bahwa Rapat Anggota Tahunan menjadi momentum penting untuk evaluasi dan penentuan arah strategis koperasi. Koperasi Pegawai Pelabuhan Indonesia mencatat aset mencapai sekitar Rp800 miliar dan SHU sekitar Rp20 miliar, dengan tren kinerja yang terus tumbuh dan jumlah anggota yang meningkat.

“Ke depan, koperasi perlu memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta transformasi digital, sekaligus mendorong partisipasi anggota dan kolaborasi,” ucapnya.

Ia juga berharap Kopelindo dapat bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memperluas manfaat dan memperkuat ekonomi bersama.

Di akhir arahannya, Ferry berharap langkah berani Kopelindo nantinya dapat menjadi pemicu bagi koperasi lain di Indonesia untuk melakukan langkah serupa. Dengan masuknya koperasi ke sektor strategis, diharapkan distribusi kekayaan tidak hanya berputar di segelintir pihak, melainkan kembali ke anggota dan masyarakat luas.

“Jika koperasi sudah masuk ke sektor strategis, maka kita benar-benar sedang membangun demokrasi ekonomi yang sesungguhnya,” pungkas Ferry.

Kesimpulannya, mendorong koperasi untuk berani menembus sektor strategis, memperkuat tata kelola, dan mempercepat digitalisasi menjadi kunci bagi koperasi Indonesia agar dapat berperan aktif dalam ekonomi nasional.

MenkopFerry JuliantonoKopelindosektor strategisdigitalisasienergi terbarukankedaulatan ekonomi

Komentar

Memuat komentar...