Festival Semarapura ke‑8: 67.000 pengunjung,Rp2miliar omzet

Fitri A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Festival Semarapura ke‑8: 67.000 pengunjung,Rp2miliar omzet

Gambar atau konten salah?

Festival Semarapura ke‑8 tahun 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 28 April 2026 hingga 1 Mei 2026. Ribuan pengunjung datang, menambah ketegangan ekonomi lokal yang tak terhitung. Acara ini bukan sekadar pesta budaya, melainkan juga rangkaian perputaran ekonomi yang luar biasa.

Pembukaan festival dimulai pada hari pertama, 28 April 2026. Asisten Deputi Strategi Event Kemenpar RI, Fransiskus Handoko, Bupati Klungkung I Made Satria, dan Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra membuka acara dengan semangat tinggi. Mereka menampilkan pementasan Adi Mardangga yang menggelegar, diikuti oleh Fragmentari “Puputan Klungkung yang emosional. Penonton juga disuguhkan Drama Gong Sari Budaya Nusa Penida dan penampilan artis pop Bali papan atas seperti Bayu KW, Margi, dan Bagus Wirata.

Dalam sambutannya, Fransiskus Handoko menyatakan, “Festival ini masuk jajaran Karisma Event Nusantara (KEN). Ini adalah daya tarik luar biasa bagi wisatawan untuk melihat potensi tradisi dan seni yang dimiliki Klungkung.” Sementara itu, Bupati I Made Satria menjelaskan bahwa tema festival tahun ini adalah Smarana Atita Prabha, yang berarti cahaya dari kenangan masa lalu. Ia menegaskan, “Kami ingin mengajak masyarakat merenungkan kembali nilai sejarah dan menjaga warisan leluhur sebagai pondasi pembangunan daerah. Ini bukan sekadar hiburan, tapi ruang bagi seniman dan UMKM lokal untuk unjuk gigi.

Penutupan festival pada 1 Mei 2026 menegaskan bahwa acara ini lebih dari sekadar hiburan. Bupati I Made Satria menekankan, “Melalui festival ini, kami tidak hanya merayakan seni dan budaya, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah, bahkan mancanegara, telah memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.” Ia juga menyoroti komitmen Pemkab Klungkung melalui program inovatif Bapak Keren (Bantuan Pembiayaan Iuran Jaminan Sosial Pekerja Rentan), yang telah melindungi 8.685 pekerja rentan antara Desember 2025 dan Maret 2026.

Plt. Kadis Pariwisata I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya melaporkan statistik kegiatan selama empat hari. Terdapat 130 peserta pameran yang mencakup UMKM, kuliner, BUMN, perbankan, dan instansi pemerintah. Jumlah pengunjung mencapai 152 orang WNA dan sekitar 67.000 warga lokal. Omzet semua UMKM mencapai lebih dari Rp 2 miliar. Ia menambahkan, “Tingginya antusiasme pengunjung memperkuat posisi Festival Semarapura sebagai salah satu agenda unggulan nasional yang patut diperhitungkan.

Berikut catatan kesuksesan Festival Semarapura ke‑8:

  • Ekonomi Kerakyatan: 130 peserta pameran (UMKM, kuliner, BUMN, dan perbankan).
  • Transaksi Fantastis: Total transaksi selama empat hari mencapai lebih dari Rp 2 miliar.
  • Serbuan Pengunjung: 67.000 warga lokal dan 152 wisatawan mancanegara memadati area Monumen Ida Dewa Agung Jambe.
  • Program Sosial: Sosialisasi program Bapak Keren yang telah menjamin 8.685 pekerja rentan di Klungkung.
  • Hiburan Variatif: Mulai dari lomba Nyurat Lontar, ogoh‑ogoh mini, pemilihan Jegeg Bagus Klungkung, hingga konser penutup dari Lolot dan Triple X.

Festival Semarapura ke‑8 menunjukkan bahwa perayaan budaya dapat menjadi motor ekonomi sekaligus pelestarian warisan. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, acara ini berhasil menambah nilai tambah bagi daerah dan menempatkan Klungkung sebagai contoh sukses dalam menggabungkan seni, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Festival SemarapuraKlungkungEkonomi KreatifUMKMPariwisataBapak KerenOmzet 2 Miliar

Komentar

Memuat komentar...