FFI Dorong Futsal Usia 7 Tahun, Harap Potensi Terwujud
Gambar atau konten salah?
Hector Souto, pelatih Timnas Futsal Indonesia, menegaskan bahwa pembinaan pemain harus dimulai sejak usia muda. Ia mengajak Federasi Futsal Indonesia (FFI) untuk mulai mencetak bakat dari usia 7 tahun.
Pernyataan ini muncul setelah Souto menyelenggarakan program Talent Detection U-17 di wilayah Indonesia timur. Dari pengamatannya, Indonesia memiliki banyak talenta, namun sistem pembinaan masih tertinggal.
Menurut pelatih asal Spanyol, memulai pembinaan pada usia 17 tahun sudah terlambat. Banyak fase penting perkembangan pemain yang terlewat. “Itu membuat kita kehilangan tahun-tahun penting dalam perkembangan. Seorang pemain tidak dibentuk saat usia 17 tahun. Pemain dibentuk sejak usia 9, 12, 15… lalu disempurnakan setelahnya,” tulis Hector Souto di akun media sosial miliknya.
Souto kemudian membandingkan dengan sistem di Eropa yang lebih terstruktur sejak usia dini. Ia menilai Indonesia melewatkan tahapan penting, sehingga pemain kurang siap ketika memasuki level profesional.
Ia menekankan perlunya sistem berjenjang: kompetisi usia dini, pemantauan pemain secara berkelanjutan, hingga proses transisi menuju level elite. “Setiap kategori menjadi filter untuk kategori berikutnya. Setiap musim mempercepat perkembangan. Setiap pertandingan membentuk masa depan pemain. Indonesia memiliki potensi besar. Tetapi potensi tanpa struktur telah terbuang selama puluhan tahun,” tulis Hector Souto.
Oleh karena itu, Souto meminta FFI dan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) lebih aktif menjalankan program pembinaan jangka panjang. Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan bakat, tetapi membutuhkan sistem yang konsisten dan terarah.
“Saatnya benar-benar mengaktifkan sistem AFP. Bukan hanya untuk hari ini. Untuk 10 tahun ke depan. Pertanyaannya bukan apakah kita punya talenta. Pertanyaannya adalah berapa banyak talenta yang kita kehilangan setiap tahun.”
Dengan potensi besar yang dimiliki, perbaikan sistem pembinaan dinilai menjadi kunci agar futsal Indonesia bisa bersaing di level internasional. (mro/krs)
Perubahan struktur pembinaan yang lebih terencana dapat menyalurkan bakat Indonesia ke arena profesional, memperkuat posisi futsal tanah air di kancah global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Florentino Perez Kampanye Presiden Real Madrid dengan Mourinho
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Gilberto Mora, Pemain Termuda Piala Dunia 2026, 17 Tahun
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
