Film Na Willa Viral, Kampung Krembangan Jadi Na Willa

Fitri A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Film Na Willa Viral, Kampung Krembangan Jadi Na Willa

Gambar atau konten salah?

Film Na Willa menjadi viral, dan kampung di Surabaya bernama Krembangan mulai diberi nama baru, Kampung Na Willa. Ini lebih dari sekadar penamaan; ini membawa pesan toleransi antarwarga. Film ini menceritakan persahabatan lintas agama, terinspirasi dari pengalaman nyata penulis Reda Gaudiamo, yang pernah tinggal di Gang Krembangan Bhakti Gang XI bersama teman masa kecilnya, termasuk Umi Ida yang menjadi inspirasi tokoh Farida.

Kepala RW 02 Krembangan Bhakti, Mochamad Ilham Ramadhani (27), awalnya tidak mengetahui bahwa kampung mereka menjadi inspirasi cerita. Namun ia mengakui bahwa kisah yang ditulis Reda mencerminkan kehidupan nyata masyarakat setempat. Ia berkata, "Kampung ini memang dari dulu menjunjung tinggi toleransi. Saling menghargai satu sama lain,".

Konsep Kampung Na Willa menonjolkan nilai sosial, selaras dengan program Kampung Pancasila pemerintah kota Surabaya. Ilham menegaskan, "Berbenahnya kampung kita menjadi Kampung Na Willa ini menyamakan sesuai programnya Pak Wali Kota, yaitu Kampung Pancasila yang menekankan nilai gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial,".

Anak-anak di kampung bermain bersama tanpa gadget, meniru kehangatan interaksi film. Program bank sampah menjadi contoh nyata nilai tersebut. Ilham menjelaskan, "Uangnya diputar lagi untuk bantu warga yang kurang mampu. Ada juga lansia yang tinggal sendiri, kita bantu dari situ,".

Warga juga rencanakan penghijauan agar lingkungan menjadi lebih asri, meski tidak sepenuhnya menyerupai visual film. Saat penulis berada di lokasi, ia melihat banyak anak seusia tokoh film bermain bersama, hanya bercengkerama dan bercerita setelah sekolah.

Ilham menyoroti perbedaan interaksi anak zaman dulu dan sekarang. Ia berkata, "Dulu anak-anak main bareng, ke rumah teman sampai nginep. Sekarang lebih banyak main sendiri karena teknologi,".

Ia berharap nilai kebersamaan seperti yang digambarkan dalam cerita dapat kembali hidup di masyarakat, tidak hanya di Krembangan, tapi juga di kampung lain di Surabaya.

Dengan mengangkat kisah nyata, Kampung Na Willa menunjukkan bagaimana karya fiksi dapat memicu perubahan sosial di komunitas nyata, menegaskan pentingnya toleransi, gotong royong, dan kebersamaan di era digital.

Film Na WillaKampung Na WillaSurabayaToleransiGotong RoyongPancasilaBank Sampah

Komentar

Memuat komentar...