Film 'Yang Lain Boleh Hilang' Ungkap Keluarga vs Alzheimer

Ratna D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Film 'Yang Lain Boleh Hilang' Ungkap Keluarga vs Alzheimer

Gambar atau konten salah?

Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan kembali hadir di layar lebar dengan durasi 113 menit. Film ini disutradarai oleh Kuntz Agus dan menyoroti dinamika keluarga melalui kisah seorang mahasiswi akhir semester di sekolah film, Kesha.

Kesha, anak sulung, tengah sibuk menyelesaikan tugas akhir. Ia tinggal bersama ibu, Yuke, seorang guru yang menjadi sosok favorit di sekolahnya. Yuke dikenal hangat, dicintai suami dan tiga anaknya: Kenya, anak tengah yang selalu berprestasi; Karlo, anak bungsu yang memerlukan perhatian ekstra karena kondisi kesehatannya; dan Kesha sendiri.

Suasana damai keluarga itu terguncang ketika Yuke mulai mengalami penurunan daya ingat. Ia lupa ulang tahun pernikahan, rute perjalanan, bahkan nama ketiga anaknya. Kesha, yang berada di tengah situasi ini, dihadapkan pada dilema besar: tetap melanjutkan mimpi di dunia perfilman atau kembali ke rumah untuk menemani ibu yang semakin terjerat ingatan.

Keputusan Kesha menandai titik balik cerita. Ia memutuskan pulang dari kosan sebelum kehilangan sepenuhnya. Film ini menekankan pelajaran penting: mencintai keluarga kadang memerlukan perubahan drastis dalam cara hidup. Ada hal-hal yang boleh hilang, namun tidak boleh hilang dari ingatan orang yang kita sayangi.

Berikut daftar pemeran utama:

  • Lulu Tobing sebagai Yuke
  • Yolanda
  • Yasmin Napper sebagai Kesha
  • Shofia Shireen sebagai Kenya
  • Jordan Omar sebagai Karlo
  • Ibnu Jamil
  • Irgi Fahrezi
  • Firzanah Alya
  • Pandu Winoto
  • Zia Riza
  • Ryan Novanda
  • Kevin Bzezovskid
  • dan lainnya

Film ini menampilkan konflik emosional yang realistis, mengajak penonton merenungkan nilai keluarga dan memori. Apakah penonton tertarik menontonnya di bioskop?

Dengan narasi yang sederhana namun kuat, Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan menyoroti bagaimana sebuah keluarga dapat tetap bersatu meski menghadapi kehilangan ingatan, menegaskan bahwa cinta sejati tidak pernah hilang begitu saja.

KeluargaMahasiswiFilm perfilmanKenaikan memoriKesehatanPengorbananMemori

Komentar

Memuat komentar...