Final Four Proliga: Suhu Gerah di GOR Jatidiri Mengganggu

Fandi R. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Final Four Proliga: Suhu Gerah di GOR Jatidiri Mengganggu

Gambar atau konten salah?

Final Four Proliga 2026 berlangsung di Semarang pada 18 April 2026. Pertandingan ketiga di GOR Jatidiri menampilkan pemain yang harus mengatasi suhu udara yang terasa gerah. Suhu tinggi di dalam arena menjadi ujian bagi teknik dan stamina para pemain.

Para pemain langsung mengeluhkan kondisi tersebut. Nizar Julfikar dari Jakarta Bhayangkara Presisi mengungkapkan rasa tidak nyaman setelah pertarungan melawan Surabaya Samator. Ia berkata, “GOR-nya panas pol.”

Pelatih Bulent Karslioglu tim Jakarta Pertamina Enduro menilai sistem pendingin di arena belum memadai. Ia menyatakan, “Panas sekali, pendinginnya kurang maksimal. Di tempat lain biasanya tersebar di banyak sisi, tapi di sini hanya beberapa titik saja.

Menurut Bulent, kondisi ini membuat tempo pertandingan melambat. Pemain sering harus berhenti sejenak untuk mengelap keringat, mengganggu alur permainan. Ia menambahkan, “Ada pemain kelas dunia yang harus terus mengelap keringat karena kepanasan. Itu jelas mempengaruhi permainan. Harusnya mereka bisa tampil maksimal.

Pelatih tersebut berharap situasi serupa tidak terulang pada laga puncak di Jogja. Ia mengharapkan fasilitas venue berikutnya dapat mendukung performa pemain secara optimal. “Semoga di Jogja nanti kondisinya lebih baik,” pungkasnya.

Heat di arena memengaruhi ritme permainan, memaksa pemain berhenti sejenak, dan menurunkan kualitas pertandingan. Kepedulian terhadap sistem pendingin menjadi hal penting bagi penyelenggara agar pemain dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Final Four Proliga 2026GOR Jatidirisuhu panassistem pendinginJakarta Bhayangkara PresisiSurabaya SamatorJakarta Pertamina Enduro

Komentar

Memuat komentar...