Fitch & Moody's Turunkan Outlook Indonesia, OJK: Tak Masalah

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Fitch & Moody's Turunkan Outlook Indonesia, OJK: Tak Masalah

Gambar atau konten salah?

Bank di Indonesia baru saja menjadi sorotan lembaga pemeringkat global. Fitch Ratings dan Moody's Investors Service menurunkan outlook beberapa bank besar, termasuk bank BUMN.

Fitch Ratings memutuskan untuk menurunkan outlook tiga bank BUMN menjadi negatif pada 9 Maret 2026. Sementara itu, Moody's menurunkan outlook lima bank besar di Indonesia ke negatif, menggantikan posisi stabil yang sebelumnya mereka miliki.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa pemangkasan outlook ini tidak mencerminkan kelemahan struktural atau fundamental di sektor perbankan nasional. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa tidak ada persoalan struktural maupun fundamental yang perlu dikhawatirkan. “Kita sih nggak khawatir karena secara struktural tidak ada isu, secara fundamental juga tidak ada isu yang terkait dengan bank-bank kita itu,” ujar Dian di Hotel Kempinski, Jakarta, pada 10 Februari 2026.

Dian menambahkan bahwa OJK hanya perlu menyampaikan data dan informasi yang jelas kepada Moody's. OJK juga membuka ruang untuk bertemu dengan lembaga pemeringkat guna mengklarifikasi kondisi perbankan nasional bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, menegaskan bahwa lembaga pemeringkat global masih mempertahankan rating bagi perbankan BUMN hingga saat ini. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa fundamental perbankan nasional masih cukup baik. “Terkait dengan outlook ya, kalau kita lihat rating sebenarnya mereka tetap ya, cuman outlooknya yang kemudian dari positif menjadi negatif. Sebetulnya dengan rating yang tetap itu mereka tetap melihat sebenarnya fundamental kita baik,” kata Kiki di Gedung DPR, Jakarta, pada 12 Maret 2026.

Bagaimana nasib perbankan Indonesia setelah lembaga pemeringkat global menurunkan outlook? Pertanyaan ini akan dibahas secara detail dalam acara “Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional”. Acara ini akan mempertemukan regulator, legislator, pemerintah, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan ekonomi dalam satu ruang dialog konstruktif.

Forum ini diharapkan dapat membangun kesepahaman bersama mengenai strategi penguatan fiskal, stabilitas sistem keuangan, percepatan investasi, serta pengembangan sektor-sektor penggerak pertumbuhan nasional pada tahun 2026. Acara akan digelar di Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean Kav. 12‑14 A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada 7 April 2026.

Beberapa tokoh penting akan menjadi pembicara, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu.

Dengan pemangkasan outlook, bank tetap mempertahankan rating yang menunjukkan fundamentalnya masih kuat. OJK menegaskan tidak ada masalah struktural, dan akan terus berkomunikasi dengan lembaga pemeringkat untuk menegaskan kondisi perbankan Indonesia. Acara “Outlook Indonesia” diharapkan dapat memberikan gambaran jelas tentang bagaimana sektor perbankan dan ekonomi nasional akan bergerak ke depan.

Fitch RatingsMoody's Investors ServiceOJKoutlook negatifbank BUMNstabilitas sistem keuanganperbankan nasionaldialog konstruktif

Komentar

Memuat komentar...