Fosil Arenaerpeton: Amfibi Trias Tersimpan di Batu Pasir

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Fosil Arenaerpeton: Amfibi Trias Tersimpan di Batu Pasir

Gambar atau konten salah?

Mihail Mihailidis, seorang pensiunan peternak ayam, sempat membangun dinding sederhana. Saat ia membalik balok batu pasir yang diambil dari tambang di Kincumber, Australia, ia tidak menyangka akan menemukan sesuatu yang luar biasa. Batu itu menampung jejak makhluk purba yang begitu jelas, sehingga bahkan orang awam pun dapat mengidentifikasi bentuknya.

Jejak tersebut menunjukkan tulang belakang, anggota badan, dan tubuh yang dulunya bergerak di dalam air. Pada tahun 2023, keluarga Mihailidis menyumbangkan batu tersebut ke Australian Museum. Para ilmuwan kemudian mendeskripsikan makhluk itu dengan nama Arenaerpeton supinatus. Makhluk ini merupakan kerabat dekat amfibi modern yang kini sudah punah, termasuk dalam kelompok temnospondyl, dan hidup ratusan juta tahun lalu.

"Sekilas, Arenaerpeton terlihat sangat mirip Salamander Raksasa China modern, terutama bentuk kepalanya," kata ahli paleontologi Lachlan Hart dari University of New South Wales (UNSW), Senin, 18 Mei 2026.

"Namun dari ukuran tulang rusuk dan garis bentuk jaringan lunak yang terawetkan, kita dapat melihat ia jauh lebih gempal daripada keturunannya yang masih hidup saat ini. Giginya cukup menyeramkan, termasuk sepasang taring di langit-langit mulutnya," sebutnya.

Fosil ini benar-benar spesimen spektakuler. Ia terawetkan dalam batu pasir, yang biasanya terbentuk di lingkungan kaya oksigen di mana tubuh hewan mudah hancur. Kerangka utuh yang masih tersambung penuh dan mempertahankan jejak jaringan lunak sangat jarang ditemukan, apalagi di batu pasir.

"Ini adalah salah satu fosil terpenting yang ditemukan di New South Wales dalam 30 tahun terakhir," kata ahli paleontologi Matthew McCurry dari UNSW dan Australian Museum.

Para peneliti berpendapat bahwa Arenaerpeton mati di lingkungan perairan tenang dengan dasar air tanpa oksigen atau lebih dingin. Kondisi ini tidak mendukung kehidupan pemakan bangkai, sehingga tubuhnya dapat tergeletak tanpa gangguan sementara proses fosilisasi berlangsung. Dengan sedikitnya gangguan dan terbatasnya oksigen, pembusukan melambat drastis, memberi waktu bagi sedimen sekitarnya menyegel bentuk tubuh hewan tersebut sebelum sempat hancur.

Makhluk ini berasal dari sekitar 240 juta tahun lalu pada periode Trias, masa sebelum dinosaurus mendominasi. Saat itu, Australia masih bagian dari superbenua Gondwana dan terletak lebih dekat dengan Kutub Selatan. Kelompok temnospondyl tersebar di seluruh Gondwana, dan sisa-sisanya ditemukan di berbagai benua yang kemudian terpisah.

Arenaerpeton menghuni sungai air tawar di wilayah yang sekarang disebut Cekungan Sydney. Ia kemungkinan besar berburu ikan. Spesimen ini kehilangan ekornya, tetapi Hart memperkirakan panjang totalnya sekitar 1,2 meter. Ukuran tersebut tergolong besar untuk temnospondyl purba di Australia, meskipun beberapa kerabat di masa selanjutnya tumbuh jauh lebih besar.

Penemuan ini menambah pemahaman kita tentang kehidupan di bumi pada zaman Trias. Fosil yang terjaga dengan baik ini memberi petunjuk tentang kondisi lingkungan, proses fosilisasi, dan evolusi amfibi sebelum era dinosaurus. Dengan informasi ini, para ilmuwan dapat memperkirakan lebih akurat bagaimana makhluk-makhluk purba beradaptasi di lingkungan yang berbeda, serta bagaimana mereka berinteraksi dengan ekosistem di masa itu.

Arenaerpeton supinatustemnospondylfosil terawetTriasGondwanaAustralian Museumamfibi

Komentar

Memuat komentar...