G-cha dan Ba-cha: Kafe Shibuya Mempekerjakan Lansia

Nita W. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
G-cha dan Ba-cha: Kafe Shibuya Mempekerjakan Lansia

Gambar atau konten salah?

Di sebuah sudut kota Shibuya, tersembunyi sebuah kafe yang menonjol bukan karena dekorasi futuristik atau harga yang bersaing, melainkan karena karyawan utamanya. G&B, atau lebih dikenal dengan nama G-cha dan Ba-cha, mempekerjakan para lansia sebagai pelayan. Rata‑rata usia stafnya berada di atas 70 tahun, bahkan ada yang berusia 80 tahun.

Di Jepang, seperti di banyak negara, pekerjaan bagi orang tua seringkali dihadapkan pada stereotip. Banyak tempat kerja, khususnya di industri makanan dan minuman, menolak kandidat berusia tua karena anggapan mereka kurang kuat secara fisik, atau karena biaya operasional tambahan. Namun, permintaan akan tenaga kerja yang beragam mulai membuka peluang bagi generasi yang lebih tua.

G-cha dan Ba-cha muncul sebagai contoh positif. Nama kafe ini berasal dari gabungan kata ji-chan (kakek) dan ba-chan (nenek) dalam bahasa Jepang, sementara “cha” berarti teh. Sehingga, secara harfiah, kafe ini adalah “teh kakek dan nenek.”

Meski stafnya mayoritas lansia, menu yang ditawarkan tidak terkesan kuno. Kafe ini menonjolkan minuman teh tradisional Jepang dengan sentuhan modern. Teh hijau diberi aroma melati, hojicha disajikan dengan jahe, dan matcha latte diolah dengan saus salted caramel, cokelat, atau kopi. Bagi yang ingin sesuatu yang lebih segar, ada es krim matcha. Semua minuman disajikan dalam cangkir yang dirancang estetis, menambah kesan ceria di dalam kafe.

G-cha dan Ba-cha tidak menyediakan area makan di tempat. Namun, suasana tetap nyaman. Setiap cangkir dan kemasan dirancang dengan gaya yang menyenangkan, sehingga pelanggan merasa betah berlama‑lama menikmati minuman.

Untuk menghormati para pekerja lansia, kafe ini menerapkan beberapa kebijakan khusus. Pertama, pelayan menerima pesanan dan menyajikan minuman sambil duduk. Praktik ini jarang ditemui di Jepang, namun membantu mengurangi beban pada lutut, punggung, dan sendi lainnya. Kedua, ada sistem istirahat fleksibel di tengah shift, memberi waktu bagi staf untuk bersantai.

Pelayanan pesanan juga disederhanakan. Pelanggan mengisi formulir pesanan di selembar kertas, dan pembayaran dilakukan secara non‑tunai. Cara ini mengurangi kebutuhan pelayan untuk menghafal pesanan atau mengoperasikan mesin kasir, sehingga mereka dapat fokus pada pelayanan.

Walaupun mayoritas staf berusia tua, ada juga karyawan lebih muda yang bekerja di belakang kafe. Tugas mereka meliputi pembuatan minuman, sehingga proses produksi tetap efisien.

Inti dari kebijakan ini adalah menciptakan tempat di mana lansia dapat tetap aktif, produktif, dan terhubung dengan masyarakat. G-cha dan Ba-cha berusaha menjadikan kafe ini sebagai ruang sosial yang menyenangkan tanpa menuntut fisik yang berat.

Lokasi kafe ini strategis, hanya dua menit berjalan kaki dari stasiun Shibuya. Akses yang mudah membuatnya menarik bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

G-cha dan Ba-cha bukan satu-satunya kafe yang mempekerjakan lansia. Di Indonesia, terdapat kafe bernama Uma Oma di Blok M yang juga menempatkan nenek‑nenek sebagai pelayan. Di sana, pelanggan dapat berinteraksi langsung, berfoto, atau berbagi cerita dengan para oma. Dekorasi kafe dipenuhi barang-barang milik nenek, mulai dari rantang makanan hingga porselen dinding.

Di luar negeri, restoran di Staten Island, New York, juga diketahui mempekerjakan chef nenek‑nenek berusia antara 50 hingga 91 tahun. Praktik ini menunjukkan bahwa peluang kerja bagi lansia tidak hanya terbatas di satu negara.

Melihat contoh-contoh ini, terlihat bahwa tren mempekerjakan lansia semakin berkembang. Kafe G-cha dan Ba-cha menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang untuk berkontribusi. Dengan kebijakan yang mendukung dan lingkungan yang nyaman, kafe ini menjadi contoh bagaimana dunia kerja dapat menjadi lebih inklusif bagi semua generasi.

kafe lansiaShibuyaG-cha dan Ba-chaminuman tehkebijakan inklusifpekerja seniormenu modernpelanggan

Komentar

Memuat komentar...