Gaji Honorer Pendidikan Jawa Barat Akhirnya Dibayar Bersama
Gambar atau konten salah?
Di Jawa Barat, ribuan tenaga honorer di sektor pendidikan akhirnya dapat menutup kekhawatiran tentang gaji yang tertunda. Gaji periode Maret-April 2026 yang belum dibayarkan selama dua bulan kini sudah diproses dan dipindahkan ke rekening masing‑masing.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, proses administrasi pembayaran telah selesai setelah pemerintah provinsi menuntaskan kebijakan pusat yang menunda pembayaran tersebut. “Iya itu sudah kemarin kan ada pergeseran. Jadi hari ini mungkin sudah pada masuk (ke rekening) sebagian. Sudah kita bayarin itu,” ujarnya pada Selasa, 05 Mei 2026.
Purwanto menjelaskan bahwa dari total 3.823 honorer, sebagian masih menunggu pembayaran. Honorer yang belum menerima gaji adalah tenaga keamanan dan kebersihan. Ia menambahkan bahwa pembayaran untuk dua bidang tersebut harus melalui pihak ketiga karena mereka bekerja sebagai tenaga outsourcing. “3.823 sudah, tinggal yang di level tenaga penjaga sama keamanan. Itu skemanya sedang di ajukan, karena harus menggunakan jasa pihak ketiga outsourcing,” katanya.
Proses pengajuan masih berlangsung. “Sedang (dilakukan) prosesnya, sedang pengajuan karena kan dari cabang dinas ke dinas. Itu yang mengajukan cabang dinas dari tiap kabupaten kota. Jadi baru kita proses,” jelas Purwanto.
Untuk honorer guru dan petugas tata usaha, ia memastikan pembayaran gaji sudah dilakukan. “Kalau yang guru sudah semua, mungkin hari ini masuk. Karena kemarin tertunda ada ini (hambatan),” ujarnya. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada lagi masalah pembayaran gaji honorer di masa depan, karena telah diterbitkannya Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non Aparatur Sipil Negara pada Satuan Pendidikan. “Tiap bulanan (dibayarkan) biasa. Enggak ada (kendal), kan sudah ada surat edaran dari Mendikdasmen,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, ribuan tenaga honorer di Jawa Barat dapat kembali fokus pada tugasnya tanpa khawatir tentang gaji yang tertunda. Pembayaran yang terlambat kini berakhir, menandai penyelesaian administrasi yang telah lama menunggu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
