Gangguan Teknis CAT Pilihan Manajer Koperasi Merah Putih

Sari D. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Gangguan Teknis CAT Pilihan Manajer Koperasi Merah Putih

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, tes seleksi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berbasis Computer Assisted Test (CAT) menjadi sorotan di media sosial setelah mengalami gangguan teknis. Banyak peserta melaporkan bahwa jawaban yang mereka pilih tiba‑tiba berubah sendiri.

Dalam salah satu video yang beredar, seorang peserta baru saja menyelesaikan ujian CAT. Ia mengaku, “Aku baru aja selesai tes kompetensi yang Koperasi Desa dan berharap banyak. Tapi nggak tau kenapa websitenya itu aneh. Kita sudah jawab yang terasa benar, terus jawabannya sudah disimpan, tiba‑tiba pas kita balik kursornya langsung ngeganti jawabannya akan diganti dari apa yang kita pilih,”. Ungkapan tersebut diposting di akun Instagram @trending*******.

Pihak pemerintah segera membuka suara soal masalah tersebut. Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan bahwa kementerian sudah mengetahui kejadian ini dan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai pelaksana teknis rekrutmen. Ia menyatakan, “Ya memang di media sosial Kementerian Koperasi pasti juga ada laporan hal tersebut,” di konferensi pers di kantor kementerian, Jakarta Selatan, Jumat (8 Mei 2026).

Farida menjelaskan secara teknis bahwa rekrutmen ini menggunakan fasilitas kantor regional BKN yang tersebar di 26 provinsi. Ia menegaskan bahwa sebagai panselnas, pihaknya sudah meminta BKN untuk memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi. “Kami tentu saja bagian dari panselnas itu mengkoordinasikan tadi yang laporan‑laporan dari media sosial sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga panselnas di bawah PNRB. Hasilnya adalah itu tadi, klarifikasi dan penjelasan dari BKN,” kata Farida.

Farida juga menegaskan tidak ada jalur khusus atau orang dalam pada proses seleksi tersebut. Ia menekankan bahwa jika ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan syarat membayar sejumlah uang, hal itu pasti penipuan. “Nggak, nggak ada. Seperti yang disampaikan oleh Pak Zulhas dijamin tidak ada titipan. Kalaupun kemudian ada masyarakat yang seolah‑olah ada titipan dengan membayar sekian, sudah pasti itu adalah penipuan,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, memberikan penjelasan tentang bermasalahnya tes CAT. Ia mengaku menerima aduan beberapa masalah di lapangan, salah satunya adalah durasi penyelesaian soal ujian yang menjadi tantangan bagi peserta. Ia meminta agar peserta tidak panik dan tidak mengklik jawaban secara cepat dan berulang. Setiap jawaban yang diklik akan langsung disimpan ke dalam pangkalan data, sehingga tidak perlu klik berulang.

Wisudo menambahkan bahwa ketika data yang telah disimpan tampil pada layar tidak sesuai dengan yang dipilih, bukan berarti jawabannya berubah. Hal itu disebabkan adanya jeda waktu dalam kondisi jaringan saat akses sedang tinggi. “Untuk mengatasi hal ini, para peserta diimbau untuk tidak panik agar terhindar dari kecenderungan mengklik jawaban secara cepat dan berulang,” ujar Wisudo dalam keterangan resmi.

Pihaknya menyarankan agar peserta beri waktu jeda dan biarkan sistem menyelesaikan proses agar berjalan optimal. Hal tersebut agar tidak ada penumpukan beban pada waktu tertentu saat proses kirim jawaban ke server. Wisudo memastikan sistem yang sudah disiapkan dapat mengakomodir pelaksanaan tes secara masif dalam waktu bersamaan, termasuk dari aspek sistem keamanan CAT saat proses ujian berlangsung.

Sistem CAT telah melalui berbagai pengujian untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam seleksi. Oleh karena itu, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh proses dengan memahami aturan serta menerapkan strategi yang tepat. “Kemudahan ini juga telah teruji melalui pelaksanaan ujian CAT dalam pengadaan CASN sehingga peserta cukup memahami mekanisme pengerjaan ujian secara optimal melalui Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024,” jelas Wisudo.

Dalam tahap ujian CAT, peserta seleksi akan menghadapi dua jenis tes utama, yakni Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen. Tes Potensi Kognitif secara khusus mengukur dua aspek penting, yaitu kecepatan kerja (speed) dan kemampuan berpikir (power). Skema soal dirancang untuk menilai bagaimana peserta mampu memproses informasi, dan menyelesaikan soal secara akurat dalam waktu terbatas sehingga membutuhkan strategi pengerjaan yang efektif.

Untuk mendukung proses tersebut, BKN telah menyiapkan sarana, prasarana, dan infrastruktur teknologi yang dibutuhkan agar para peserta dapat mengikuti ujian secara maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa meski terjadi gangguan teknis, ada upaya serius untuk menjaga integritas dan kelancaran seleksi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya sistem yang andal dalam proses rekrutmen digital. Ketika peserta mengeluhkan perubahan jawaban yang tidak disengaja, pihak berwenang menegaskan bahwa tidak ada mekanisme khusus yang memanipulasi hasil. Mereka menekankan bahwa setiap langkah teknis sudah diuji dan dirancang untuk meminimalkan kesalahan, sekaligus mengedepankan transparansi. Dengan demikian, meski ada kendala, proses seleksi tetap berjalan dengan prosedur yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tes CATKoperasi DesaBadan Kepegawaian NegaraGangguan teknisPenipuanFarida FarichahTes Potensi Kognitif

Komentar

Memuat komentar...