Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Gambar atau konten salah?
Leukemia adalah jenis kanker darah yang menyebabkan pertumbuhan sel darah abnormal secara cepat. Pada leukemia myeloid, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit berkembang secara tidak normal sejak tahap awal. Sementara leukemia limfositik menargetkan sel darah putih. Perubahan ini memicu berbagai gejala, termasuk yang terlihat pada kulit.
Berikut lima tanda kanker darah yang dapat muncul lewat perubahan kulit:
- Mudah Memar
- Folikulitis
- Kurap (Tinea)
- Vaskulitis
- Leukemia Cutis
Mudah Memar menjadi gejala yang sering dihubungkan dengan kanker darah. Seorang ahli hematologi-onkologi dan kepala bagian leukemia di Baptist Health Miami Cancer Institute, Firas El Chaer, MD, menjelaskan bahwa memar dan pendarahan berhubungan dengan rendahnya trombosit. Trombosit biasanya membentuk bekuan darah untuk menghentikan pendarahan. Berbeda dengan memar biasa, memar akibat leukemia sering muncul tanpa penyebab benturan fisik, meski tidak eksklusif bagi penderita leukemia.
Folikulitis adalah infeksi bakteri yang muncul sebagai benjolan gatal mirip jerawat. Infeksi ini dapat disebabkan oleh bakteri atau jamur. Leukemia menghambat perkembangan sel darah putih dewasa yang bertugas melawan infeksi, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi kulit, termasuk folikulitis.
Kurap (Tinea) merupakan infeksi jamur pada kulit. Penyakit ini menular lewat kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau lingkungan lembab dan hangat. Penderita kanker darah memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga lebih mudah terkena infeksi jamur seperti kurap.
Vaskulitis terjadi ketika pembuluh darah dan area sekitarnya membengkak dan meradang. Kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, yang mengakibatkan kerusakan pada berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, sistem pencernaan, dan paru-paru. Para ahli belum mengetahui pasti penyebab vaskulitis, namun mereka mengakui bahwa reaksi sistem kekebalan tubuh dapat memicu kondisi ini. Pada kulit, vaskulitis terlihat sebagai bintik-bintik merah, ungu, atau coklat, yang muncul akibat pendarahan di bawah kulit.
Leukemia Cutis biasanya muncul pada stadium lanjut leukemia. Gejalanya berupa bintik-bintik kecil menyerupai ruam. Penderita juga dapat merasakan papula (benjolan kecil dan padat), benjolan kenyal atau keras, erito‑derma (peradangan kulit meluas yang dapat mengancam jiwa), serta lesi. Lesi pada kulit dapat berwarna merah, coklat, kuning, biru, abu‑abu, atau ungu.
Menurut data Global Burden of Cancer periode 2008‑2022, kanker darah menjadi jenis kanker yang paling sering ditemui pada anak-anak. Penyebabnya belum dapat dipastikan secara pasti. Salah satu faktor risiko yang perlu diwaspadai adalah obesitas, yang dapat memicu inflamasi kronis.
“Jadi obesitas itu diidentifikasi sebagai faktor risiko. Kita tahu bahwa obesitas itu banyak lemak, itu peradangan kronis. Jadi kelebihan jaringan lemak pada tubuh dapat menyebabkan kronik inflamasi, peradangan kronis ya,” kata Prof Dr dr I Dewa Gede Ugrasena SpA (K), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Airlangga.
Peradangan pada anak dapat mendukung pertumbuhan sel abnormal yang menjadi bibit kanker. Anak dengan obesitas sering mengalami gangguan keseimbangan hormon dan metabolisme. Hal ini biasanya diikuti dengan peningkatan kadar insulin. Ketika kedua gangguan ini terjadi, risiko munculnya sel abnormal yang berkembang menjadi kanker menjadi sulit dihindari.
“Jadi yang kita tahu bahwa insulin dan insulin growth factor ini, keduanya berperan di dalam pertumbuhan sel. Jadi gangguan ini bisa meningkatkan risiko terjadinya mutasi atau proliberasi yang tidak terkendali nanti yang bisa menyebabkan timbulnya kanker,” tambahnya.
Walaupun sudah ada pemahaman tentang hubungan obesitas, hormon, dan insulin dengan risiko kanker, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan tersebut secara definitif.
Secara keseluruhan, perubahan kulit seperti memar yang tidak biasa, benjolan gatal, infeksi jamur, bintik merah atau ungu, serta ruam kecil dapat menjadi petunjuk awal adanya kanker darah. Penderita atau orang tua yang mencatat gejala-gejala ini sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Memahami tanda-tanda awal dapat membantu deteksi dini dan penanganan yang lebih tepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
BPOM Tegaskan Indonesia Jadi Pemain Utama ATMP Terapi Gen
Peringatan WMO: El Nino 2026 Siap Guncang Indonesia
Penyakit Ginjal Anak Naik, Minuman Manis Bertanggungjawab
Kista Ovarium: Kenali Jenis, Risiko, dan Solusi Laparoskopi
Berita Terbaru
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
