Gelombang Panas Mengancam Thailand, Malaysia, Indonesia

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Gelombang Panas Mengancam Thailand, Malaysia, Indonesia

Gambar atau konten salah?

Gelombang panas ekstrem sedang melanda dua negara tetangga Indonesia, Thailand dan Malaysia, memaksa otoritas setempat mengeluarkan peringatan kesehatan. Suhu yang terus melonjak menimbulkan risiko penyakit, termasuk heatstroke.

Di Bangkok, indeks panas—yang menggabungkan suhu udara dan kelembapan—melampaui 52 derajat Celsius pada 4 Mei 2026. Angka tersebut masuk dalam kategori bahaya ekstrem. Warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan dan waspada terhadap tanda-tanda heatstroke, seperti suhu tubuh tinggi, kebingungan, dan keringat berlebihan.

Panasnya gila. Rasanya seperti matahari bekerja sangat keras, cerita warga Bangkok, Suwannee Jonyanata, dikutip dari The Independent Singapore.

Untuk mengatasi panas, pemerintah Bangkok membuka lebih dari 200 fasilitas umum yang dilengkapi AC atau pendingin udara. Fasilitas ini berfungsi membantu warga menghadapi cuaca ekstrem.

Di Malaysia, suhu tinggi bahkan memakan korban jiwa. Seorang pelari berusia 41 tahun meninggal dunia di Penang setelah mengikuti ajang atletik. Korban lain adalah seorang balita berusia dua tahun di Kelantan, ditemukan meninggal setelah tertinggal di dalam kendaraan.

Kementerian Kesehatan Malaysia pada 5 Mei 2026 melaporkan sedikitnya 56 kasus heatstroke di seluruh negeri. Pemerintah setempat memperingatkan bahwa paparan panas berkepanjangan dapat berdampak serius pada kesehatan.

Suhu di wilayah utara Malaysia diperkirakan mencapai 37 derajat Celsius pekan ini. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan pemerintah telah meminta dilakukan operasi penyemaian awan di Kedah, Perlis, dan sejumlah wilayah lain yang mengalami krisis air.

Kondisi panas ekstrem ini terjadi bersamaan dengan krisis energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz, jalur sekitar 20 persen pasokan energi dunia, membuat beberapa negara Asia menghadapi kenaikan harga bahan bakar. Situasi ini memaksa negara-negara menerapkan langkah penghematan energi, termasuk menurunkan penggunaan pendingin ruangan.

Cuaca panas diperkirakan belum akan mereda meski musim hujan mulai datang. Fenomena Super El Niño disebut berpotensi membuat suhu di Asia Tenggara terasa semakin panas selama beberapa bulan ke depan.

Gelombang panas ekstrem menimbulkan risiko kesehatan, korban jiwa, dan memaksa pemerintah mengambil langkah-langkah pendinginan serta menangani krisis air. Peningkatan suhu dan kelembapan menuntut penyesuaian aktivitas masyarakat dan kebijakan energi.

Gelombang panas ekstremHeatstrokeKrisis energiEl NiñoPenyemaian awanKesehatanIndonesiaMalaysia

Komentar

Memuat komentar...