Gelombang Panas Terik Menaungi Jabodetabek Mei 2026

Dani L. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Gelombang Panas Terik Menaungi Jabodetabek Mei 2026

Gambar atau konten salah?

Gelombang panas sedang melanda wilayah Jabodetabek. Suhu terasa lebih terik dari biasanya, membuat banyak orang mengeluh di media sosial.

“Di daerah kalian juga lagi panas banget nggak sih?” tanya seorang pengguna di platform X. Seorang pengikut menanggapi, “Serius ini panasnya pengap, nggak ada angin sama sekali. Sampai kapan ya? Takut berubah jadi naga.”

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa suhu di Jabodetabek memang naik tajam. Prakirawan cuaca BMKG, Rira Damanik, melaporkan suhu maksimum terpantau mencapai 35 hingga 36 derajat Celsius, terutama di Jakarta Utara dan sekitarnya.

Menurut Rira, “Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca cerah mendominasi sejak pagi hingga siang hari, sehingga suhu terasa cukup terik,” ia katakan. Ia menjelaskan beberapa faktor penyebab. Salah satunya adalah posisi semu matahari di sekitar khatulistiwa, sehingga intensitas sinar matahari di Indonesia berada pada puncak. “Selain itu, minimnya tutupan awan turut memperparah kondisi. Langit yang cenderung cerah membuat radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan,” tambahnya. Faktor lain adalah dominasi angin timuran kering dari Australia, yang menghambat pembentukan awan di wilayah selatan ekuator, termasuk Jabodetabek.

Rira menolak dugaan Indonesia sedang mengalami El Nino. Ia menegaskan bahwa kondisi ini hanyalah dinamika cuaca musiman. BMKG memprediksi panas dan terik akan berlanjut hingga awal Mei 2026, khususnya di bagian selatan ekuator.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, memakai pelindung seperti topi atau payung, serta meningkatkan konsumsi air putih guna mencegah dampak negatif akibat paparan panas ekstrem.

Gelombang panas ini menandai perubahan pola cuaca musiman di Indonesia. Masyarakat perlu tetap waspada dan menyesuaikan perilaku sehari‑harinya agar tetap aman di tengah suhu yang terus meningkat.

Gelombang panasJabodetabekBMKGsuhu maksimum 35-36°Cangin timuran keringradiasi matahari langsungperubahan pola cuaca musiman

Komentar

Memuat komentar...