Gempa 7,6 Bitung: Tsunami 0,2m Meninggalkan Kepanikan

Sinta R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Gempa 7,6 Bitung: Tsunami 0,2m Meninggalkan Kepanikan

Gambar atau konten salah?

Gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang Bitung, Sulawesi Utara, menimbulkan gelombang tsunami setinggi 0,2 meter di Pulau Lembeh. Air yang naik dengan cepat memicu kepanikan di kalangan warga. Video yang beredar menunjukkan permukaan air merambat masuk ke permukiman, sementara penduduk berlarian mengevakuasi diri.

Beberapa warga terlihat mengendarai sepeda motor menuju area yang lebih tinggi, sementara yang lain berlari ke tempat aman. Dalam rekaman, seorang wanita berteriak, “Oh Tuhan, akibat gempa tadi air naik cepat ee. Naik kuat air,” sambil mengimbau orang lain untuk fokus mengevakuasi diri. Ia menambahkan, “Oh Tuhan Yesus, naik cepat lari,” menegaskan urgensi evakuasi.

BMKG telah melaporkan tiga wilayah yang mengalami gelombang tsunami: 0,3 meter di Halmahera Barat, 0,2 meter di Bitung, dan 0,75 meter di Minahasa Utara. Selain itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini tentang potensi tsunami akibat gempa magnitudo 7,6. Keempat wilayah berpotensi tsunami hingga 3 meter.

Gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dengan status siaga dengan ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada Kamis 02 April 2026. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan di daerah terdampak.

BMKG menyarankan pemerintah daerah melakukan evakuasi menyeluruh. Rekomendasi tersebut mencakup status siaga di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, dan Minahasa Utara Bagian Selatan. Status waspada juga direkomendasikan di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, dan Bolaang Mongondow Bagian Selatan.

Rekomendasi BMKG evakuasi menyeluruh untuk Pemerintah Daerah,” tulis BMKG, menegaskan bahwa tindakan cepat dapat mengurangi risiko bagi penduduk.

Peristiwa ini menyoroti betapa pentingnya sistem peringatan dini dan respons cepat dalam menghadapi bencana alam. Warga yang beraksi cepat dan kepatuhan terhadap petunjuk BMKG dapat meminimalkan dampak tsunami, bahkan ketika gelombang tampak kecil.

Gempa Bumi Magnitudo 7,6TsunamiBitungBMKGEvakuasiHalmaheraKepulauan Sangihe

Komentar

Memuat komentar...