Gempa 7,6 di Bitung Guncang Sulut-Malut, Tsunami 0,68 m
Gambar atau konten salah?
Gempa bumi dengan magnitudo M 7,6 mengguncang Bitung pada 02 April 2025. Akibatnya, gelombang tsunami melanda beberapa wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut). Ketinggian tertinggi yang tercatat mencapai 0,68 meter, sementara yang terendah hanya 0,20 meter.
Menurut Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, “Berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut Tide Gauge tsunami telah terdeteksi,” ia katakan. Ia juga menegaskan bahwa ada 5 wilayah terdampak tsunami, terbagi 3 wilayah di Maluku Utara dan 2 wilayah di Sulawesi Utara.
Berikut data titik tsunami dan ketinggiannya:
- Halmahera Barat – pukul 06:08 WIB – 0,30 m
- Bitung – pukul 06:15 WIB – 0,20 m
- Sidangoli – pukul 06:16 WIB – 0,35 m
- Minahasa Utara – pukul 06:18 WIB – 0,75 m
- Belang – pukul 06:36 WIB – 0,68 m
Hingga pukul 06:50 WIB, BMKG mencatat 11 aktivitas gempabumi susulan dengan magnitudo terbesar M 5,5. Pemodelan menunjukkan gempa ini berpotensi tsunami, sehingga status siaga dan waspada diberlakukan di beberapa kota.
Status siaga meliputi Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa Bagian Selatan, Minahasa Selatan Bagian Selatan, dan Minahasa Utara Bagian Selatan. Status waspada diberlakukan di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara Bagian Utara, dan Bolaang Mongondow Bagian Selatan.
Seorang pejabat BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan, “Gempa bumi ini berpotensi tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, Bitung, dengan status siaga dengan ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter.”
Peristiwa ini menegaskan pentingnya sistem pemantauan dan peringatan dini. Meskipun ketinggian tsunami relatif rendah, dampak pada wilayah pesisir tetap signifikan, memerlukan kesiapsiagaan dan respons cepat dari pemerintah dan masyarakat setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
