Gempa 7,6 di Bitung Menimbulkan Tsunami di 9 Titik
Gambar atau konten salah?
Gempa bumi berkekuatan M 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada pukul 06:08 WIB. Gempa megathrust ini menimbulkan tsunami di sembilan titik pesisir di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Menurut data BMKG, daerah yang terdampak tsunami adalah Belang, Bitung, Bumbulan, Gita, Halmahera Barat, Kedi, Sidangoli, Minahasa Utara, dan Sitaro. Setiap wilayah mengalami ketinggian gelombang yang berbeda.
Berikut rincian ketinggian tsunami berdasarkan waktu terjadinya:
• Halmahera Barat – pukul 06:08 WIB – 0,30 m
• Gita – pukul 06:12 WIB – 0,24 m
• Kedi – pukul 06:15 WIB – 0,15 m
• Bitung – pukul 06:15 WIB – 0,20 m
• Sitaro – pukul 06:15 WIB – 0,19 m
• Sidangoli – pukul 06:16 WIB – 0,35 m
• Minahasa Utara – pukul 06:18 WIB – 0,75 m
• Belang – pukul 06:36 WIB – 0,68 m
• Bumbulan – pukul 06:50 WIB – 0,13 m
Setelah gempa, BMKG mencatat 11 aftershock dengan skala terbesar M 5,5 hingga pukul 06:50 WIB. Analisis pemodelan menunjukkan potensi tsunami, sehingga beberapa wilayah diberi status siaga dan waspada.
Wilayah status siaga meliputi Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan bagian selatan, dan Minahasa Utara bagian selatan. Sementara wilayah status waspada mencakup Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian selatan.
Gempa ini juga memengaruhi daerah lain di Sulawesi Utara. Intensitas di Kota Ternate berada di V-VI MMI, di Kota Ternate V MMI, Manado IV-V MMI, Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara III MMI, serta Kabupaten Boalemo dan Pohuwato II-III MMI (alk/alk).
Dengan data yang terus diperbarui, masyarakat di wilayah pesisir diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi tsunami dan mengikuti petunjuk resmi dari BMKG.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
