Gempa 7,7 di Mindanao memicu tsunami di 7 wilayah Indonesia

Nurul H. · 1 min baca · 1 jam lalu · 30 dibaca
Bisik.id
Gempa 7,7 di Mindanao memicu tsunami di 7 wilayah Indonesia

Gambar atau konten salah?

Gempa dahsyat dengan magnitudo 7,7 di selatan Mindanao, Filipina, memicu tsunami yang melanda tujuh wilayah di Indonesia. BMKG mencatat gelombang terdeteksi di Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Gelombang tertinggi tercatat di Talengan, Sulawesi Utara, mencapai ketinggian 0,75 meter.

Hingga Senin, 08 Juni 2026, BMKG melaporkan tsunami di tujuh titik pemantauan. Lokasi pertama yang terdeteksi adalah Kedi, Maluku Utara, Ulu Siau, dan Melonguane. Ketinggian gelombang di ketiga tempat tersebut adalah 0,09 meter, 0,18 meter, dan 0,19 meter. BMKG menuliskan: "Telah terdeteksi di Kedi Maluku Utara (07:20WIB) 0,09 m, Ulu Siau (07:27WIB) 0,18 m, Melonguane (07:27WIB) 0,19 m #BMKG,".

Empat wilayah lain juga mengalami tsunami: Tahuna, Sulawesi Utara, Paleleh, Sulawesi Tengah, Tanjung Sidupa, Sulawesi Utara, dan Talengan, Sulawesi Utara. Ketinggian gelombang di masing‑masing wilayah tersebut adalah 0,30 meter, 0,45 meter, 0,32 meter, dan 0,75 meter. BMKG mencatat: "Tsunami akibat Gmp Mag:7,7 SR, terdeteksi di Tahuna (06:58WIB) 0,30 m, Paleleh (07:34WIB) 0,45 m, Tanjung Sidupa (07:39WIB) 0,32 m, Talengan (08:20WIB) 0,75 m BMKG,".

Talengan menjadi titik dengan gelombang paling tinggi di seluruh wilayah terdampak. Gelombang 0,75 meter menandai dampak paling kuat, sementara wilayah lain tetap di bawah satu meter namun tetap menimbulkan risiko bagi warga pesisir.

Gempa di selatan Mindanao menunjukkan betapa pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat pesisir. BMKG terus memantau dan memberikan informasi real‑time kepada publik agar warga dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Gempa 7,7 MindanaoTsunami IndonesiaBMKGMaluku UtaraSulawesi UtaraSulawesi TengahTalenganPeringatan dini

Komentar

Memuat komentar...