Gempa Jawa Timur 4,8 M, Guncangan Kuat, Tak Ada Tsunami Di Seluruh

Wulan M. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Gempa Jawa Timur 4,8 M, Guncangan Kuat, Tak Ada Tsunami Di Seluruh

Gambar atau konten salah?

Gempa bumi yang merasakan getaran di wilayah Jawa Timur hingga Bali terjadi pada 26 Mei 2026 sore. Awalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan magnitudo 5,1 dengan pusat gempa di laut sekitar 93 kilometer tenggara Jember, kedalaman 10 kilometer. Setelah pemantauan lebih lanjut, data diperbarui menjadi M 4,8 dengan episenter di laut 99 kilometer tenggara Jember, kedalaman 14 kilometer.

Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, gempa ini tidak dipicu oleh aktivitas sesar di permukaan. Ia menjelaskan bahwa gempa disebabkan oleh deformasi atau perubahan bentuk batuan di dalam lempeng tektonik. Dengan lokasi episenter dan kedalaman ini, gempa tergolong dangkal dan mekanismenya adalah pergerakan geser (strike‑slip).

Getaran gempa terasa cukup kuat di Jember, dengan intensitas IV MMI. Banyak orang di dalam rumah merasakan guncangan. Di Banyuwangi, intensitas tercatat III–IV MMI, sedangkan di Bondowoso, Malang, Kuta, dan Kuta Selatan tercatat III MMI. Denpasar merasakan II–III MMI, dan Blitar serta Trenggalek merasakan II MMI.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami maupun memicu gempa susulan. Wijayanto menegaskan hasil pemodelan menunjukkan tidak ada potensi tsunami. Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso S, menambahkan bahwa hingga pukul 15.55 WIB tidak ada indikasi aftershock.

Meski intensitasnya tidak menyebabkan kerusakan besar, getaran cukup kuat sehingga warga panik keluar rumah. Di Banyuwangi, gempa dirasakan di beberapa kecamatan, mulai dari Banyuwangi Kota, Genteng, Glenmor hingga Kalibaru. Chofi Zamani mengaku langsung keluar rumah setelah merasakan guncangan: “Kaget, pas enak‑enak duduk bergoyang dan saya langsung sadar kalau itu gempa. Langsung lari keluar (rumah),” terang Chofi kepada detikJatim.

Di Lumajang, warga di Kecamatan Yosowilangun merasakan guncangan singkat. Heni dari Desa Darungan berkata, “Gempa tadi sempat dirasakan warga meskipun beberapa detik.”

Warga Ambulu, Jember, bernama Rasya, mendengar suara dari atap rumah sebelum guncangan terasa. Ia mengungkapkan, “Waktu itu jam 15.39 WIB, kalau nggak salah, rasanya kayak ada goyangan tapi sedikit, dari atas rumah itu ada bunyi ‘kresek kresek’, baru rumah itu bergoyang sebentar. Syukur alhamdulillah tidak ada kerusakan cuma kotoran dari atap rumah itu jatuh.”

Pengaruh gempa juga dirasakan pada operasional kereta api di Daop 9 Jember. PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menghentikan sementara beberapa perjalanan untuk memastikan jalur aman. Cahyo Widiantoro, Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9, menjelaskan bahwa setelah gempa, Pusdalopka Daop 9 melakukan konfirmasi ke semua petugas stasiun, mulai dari Pasuruan hingga Ketapang, untuk memeriksa kondisi lintas. KA Sangkuriang (relasi Ketapang‑Bandung) dan KA Pandanwangi (relasi Jember‑Ketapang) sempat berhenti luar biasa di Stasiun Kalisetail, Banyuwangi. Setelah pemeriksaan, perjalanan kereta kembali normal sekitar pukul 16.10 WIB. Penghentian sementara menyebabkan keterlambatan sekitar 10 menit.

BPBD Jember menegaskan bahwa hingga sore hari belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Edy Budi Susilo, Kepala BPBD Jember, menyatakan, “Dampak yang terjadi sejauh ini warga merasakan getaran oleh beberapa orang yang berada di dalam ruangan, dan sejumlah benda bergoyang.”

Gempa ini menunjukkan bahwa meskipun tidak menimbulkan kerusakan struktural, getaran yang dirasakan cukup kuat untuk memicu panik di kalangan warga. Selain itu, dampak pada infrastruktur transportasi, meskipun singkat, menegaskan pentingnya prosedur pemeriksaan jalur setelah gempa. Meskipun tidak berpotensi tsunami atau aftershock, gempa ini tetap menjadi peringatan bahwa wilayah Jawa Timur dan sekitarnya berada di zona seismik aktif. Pihak berwenang tetap memantau kondisi seismik dan siap menanggapi setiap perubahan.

Gempa bumiJawa TimurBMKGmagnitudo 5,1kereta apiaftershocktsunami

Komentar

Memuat komentar...