Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara: Potensi Tsunami Tinggi

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara: Potensi Tsunami Tinggi

Gambar atau konten salah?

BMKG mengumumkan gempa magnitudo M 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara. Gempa ini masuk dalam kategori gempa megathrust, yakni gempa di zona subduksi di mana lempeng samudra menekan lempeng benua. Karena sifatnya yang sangat kuat, gempa ini berpotensi memicu tsunami.

Menurut penjelasan BMKG, gempa megathrust terjadi di zona patahan naik berskala besar di bidang kontak dangkal antara dua lempeng tektonik. Zona ini menyimpan akumulasi energi tektonik yang, ketika dilepaskan, dapat memicu gempa bumi dengan magnitudo tinggi dan tsunami yang merusak. Universitas Negeri Surabaya menjelaskan istilah ini berasal dari gabungan kata “mega” (besar) dan “thrust” (sesar naik). Gempa di zona ini sangat berbahaya karena melibatkan area batuan yang pecah (rupture area) yang sangat luas, seringkali mencapai ratusan kilometer.

Melansir, Direktur Informasi Gempa Bumi dan Tsunami Rahmat Riyono menjelaskan bahwa gempa yang terjadi di Sulawesi Utara memiliki kategori megathrust dengan kedalaman yang cukup dangkal, yakni 30 meter. Gempa ini tergolong subduksi laut dengan sesar naik dan mempunyai potensi tsunami sangat tinggi.

“Kalau dilihat kedalaman cukup dangkal ya, 30 meter. Kalau kategori megathrust sampai kedalaman 30‑an meter, jadi memang ini dangkal dan (gempa) laut dan ini termasuk megathrust ya,” jelasnya saat konferensi pers, Kamis (2/4/2026). “Ini dari subduksi laut Maluku di wilayah Sulawesi Utara, jadi laut Maluku yang muncul ke wilayah Sulut. Cukup dangkal dan ini kategori sesar naik, makanya kami buatkan warning karena gempa naik itu berpotensi timbulkan tsunaminya sangat tinggi dibandingkan mekanisme mendatar ya. Kami juga telah rilis peringatan dini tsunami di beberapa wilayah,” tambahnya.

Deputi Bidang Geofisika Nelly Florida Riama menyampaikan setidaknya ada beberapa provinsi yang paling terdampak gempa ini. Dia mengatakan sejumlah provinsi tersebut berada di sisi utara Sulawesi. “Seperti yang sudah kami sampaikan bahwa lokasi ini persis di lautan Sulawesi bagian utara dan Maluku Utara sehingga setidaknya ada 3 provinsi yang merasakan gempa yang cukup besar, yakni Malut, Sulut, dan Gorontalo,” jelasnya.

Gempa M 7,6 di Bitung dan Malut terjadi pagi ini pukul 05.48 WIB. Gempa berlokasi di 1,25 Lintang Utara, 126,27 Bujur Timur serta di kedalaman laut 62 km. BMKG mencatat adanya gelombang tsunami di dua wilayah.

Gempa ini menjadi contoh nyata bagaimana aktivitas tektonik di zona subduksi dapat menimbulkan kejadian seismik yang kuat dan berpotensi tsunami. Peringatan dini dan pemantauan terus berlanjut untuk meminimalkan dampak bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Gempa MegathrustBMKGSulawesi UtaraTsunamiLempeng TektonikSubduksi LautPeringatan Dini

Komentar

Memuat komentar...