Gempa M 7,7 Mindanao Guncang Gorontalo, Tsunami Terdeteksi

Endah K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
Gempa M 7,7 Mindanao Guncang Gorontalo, Tsunami Terdeteksi

Gambar atau konten salah?

Gempa bumi dengan magnitudo M 7,7 mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026. Getaran kuat ini sampai dirasakan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, sehingga menimbulkan kehebohan di berbagai tempat.

Di SDN 41 Hulontalangi, sirine tsunami berbunyi secara tiba‑tiba. “Informasi anak-anak sekolah di sana. Anak-anak SD 41 Hulonthalangi Kota Gorontalo lagi panik keluar dari dalam kelas karena ada bunyi sirene,” kata Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Moh Tahir Laendeng. Ia menjelaskan bahwa peringatan tersebut dibunyikan oleh guru setelah menerima pemberitahuan dari BMKG. Siswa dan guru langsung berkumpul di lapangan sekolah.

Video yang dipublikasikan menampilkan sejumlah siswa berhamburan keluar kelas. Mereka bergegas menuju lapangan setelah diberi pengarahan. “Bunyi sirene dari sekolah itu sendiri yang guru akan bunyikan, sehingga anak-anak takut karena ada gempa,” tambah Laendeng.

Gempa terjadi pada pukul 07.37.42 Wita. BMKG melaporkan pusat gempa berada di laut dengan koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT. Jaraknya hanya sekitar 244 kilometer ke arah barat laut dari Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dan kedalaman pusat gempa, atau hiposenter, berada di 47 kilometer di bawah permukaan laut. Menurut BMKG, kejadian ini merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi atau tabrakan lempeng tektonik.

Setelah gempa, gelombang tsunami terdeteksi di beberapa titik pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Data sensor alat pengukur pasang surut (tide gauge) menunjukkan gelombang pertama mendarat di Loloda, Halmahera Barat, Maluku Utara pada pukul 07.20 WIB dengan ketinggian 0,09 meter (9 sentimeter). Beberapa menit kemudian, pada pukul 07.27 WIB, tsunami terdeteksi di Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dengan ketinggian 0,19 meter (19 sentimeter), dan di Ulusiau, Sitaro, dengan ketinggian 0,18 meter (18 sentimeter).

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan: “Tsunami) Telah terdeteksi di Loloda-Halmahera Barat, Melonguane-Kepulauan Talaud (Sulut),” pada Senin, 8 Juni 2026.

Kejadian ini menyoroti pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan masyarakat. Meskipun gempa dan tsunami tidak menimbulkan kerusakan besar di wilayah tersebut, reaksi cepat dari sekolah dan otoritas setempat membantu mencegah potensi korban. Peringatan yang diaktifkan oleh guru di SDN 41 Hulontalangi menunjukkan bahwa prosedur darurat sudah berjalan, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan koordinasi antara BMKG dan lembaga pendidikan.

Gempa bumiGorontaloSDN 41 HulontalangiBMKGtsunamiSulawesi UtaraMaluku Utara

Komentar

Memuat komentar...