Geopark Ijen Siap Revalidasi Unesco, Targetkan Green Card 2026

Bayu K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 110 dibaca
Bisik.id
Geopark Ijen Siap Revalidasi Unesco, Targetkan Green Card 2026

Gambar atau konten salah?

Geopark Ijen telah menjadi salah satu tempat wisata alam kelas dunia yang kini sedang menjalani proses revalidasi sebagai bagian dari Unesco Global Geopark (UGG). Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dengan dukungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, mempersiapkan segala langkah agar dapat melewati penilaian ulang dari Unesco dan memperoleh Green Card.

Revalidasi adalah tahapan penting bagi Geopark Ijen. Evaluasi menyeluruh ini wajib dilakukan setiap empat tahun untuk memastikan bahwa standar internasional tetap terpenuhi. Hasilnya menentukan status: Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan dua tahun), atau Red Card (dicabut).

“Kemarin kami bersama Bupati Bondowoso bertemu langsung dengan Ibu Gubernur Jatim. Beliau berpesan agar menyiapkan dengan baik semua proses yang akan dijalani sebelum asesor dari UGG tinjau langsung ke Geopark Ijen,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu, 15 April 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid, Kepala Bappeda Pemprov Jatim Mohammad Yasin, dan Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspotondo. Ipuk melaporkan progres persiapan kepada Gubernur dan menegaskan harapannya bahwa semua pemangku kepentingan memiliki pemahaman, komitmen, dan rencana aksi terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi ini.

“Kami sudah melaporkan ke Gubernur progres persiapan yang sudah kita lakukan. Gubernur berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, dan rencana aksi yang terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi ini,” kata Ipuk.

Ipuk menekankan bahwa status Green Card bukan sekadar label, melainkan jembatan menuju masa depan yang cerah bagi masyarakat di sekitar Geopark Ijen. Manfaatnya antara lain peningkatan kunjungan wisatawan, investasi, peluang ekonomi, dan pelestarian alam serta budaya kawasan.

“Saya yakin, dengan semangat gotong royong, dedikasi, dan komitmen yang kuat dari kita semua, kita bisa menjalankan rekomendasi dari asesor UGG,” kata Ipuk.

Revalidasi 2026 merupakan evaluasi pertama setelah penetapan resmi Geopark Ijen sebagai jaringan geopark Unesco pada 2023. Banyuwangi, bersama Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM dan Pemprov Jatim, telah menggelar berbagai agenda untuk mematangkan kesiapan revalidasi yang diperkirakan akan berlangsung pertengahan tahun ini.

Selain mengadakan FGD dengan pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Geopark Ijen (Banyuwangi dan Bondowoso), tim juga meninjau situs-situs penting seperti Teluk Pang-Pang dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove.

“Beberapa rekomendasi yang diberikan Unesco sudah dipenuhi secara bertahap. Selain juga aktif bekerja sama dengan UGG yang lain. Itu menjadi poin tersendiri di penilaian Unesco,” ujar Yayan.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baraas, menjelaskan bahwa rekomendasi dari Unesco mencakup penguatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel informasi edukatif di area geopark, penguatan warisan budaya lokal, hingga keaktifan badan pengelola dalam menggelar event nasional dan internasional.

“Rekomendasi sudah kita jalankan. Dokumen serta data yang dibutuhkan dalam proses revalidasi, sudah masuk ke Unesco via Bappenas,” kata Abdillah.

Dengan semua langkah persiapan dan komitmen yang kuat, Geopark Ijen menantikan hasil revalidasi 2026. Keberhasilan proses ini akan menegaskan posisi kawasan sebagai destinasi wisata alam yang memenuhi standar internasional dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Geopark IjenUnesco Global GeoparkGreen CardRevalidasi 2026BanyuwangiBondowosoGubernur Jawa TimurPelestarian Alam

Komentar

Memuat komentar...