Geothermal Gunung Gede-Pangrango: Kontroversi Warga

Fajar H. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 115 dibaca
Bisik.id
Geothermal Gunung Gede-Pangrango: Kontroversi Warga

Gambar atau konten salah?

Gunung Gede dan Gunung Pangrango berada di wilayah yang kini menjadi sorotan karena rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga geothermal. Proyek ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga kaki gunung, yang menilai potensi kerusakan lingkungan dan dampak sosial.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi isu ini pada Kamis, 07 Mei 2026. Ia menyatakan akan melakukan kajian lebih lanjut dan meminta studi akademik untuk menilai proyek tersebut.

“Itu kita kaji. Saya nanti akan mencoba untuk melihat secara mendalam. Bukan sudut pandang saya, tapi harus sudut pandang akademik. Jadi nanti saya minta akademik mengkaji,” ujar Dedi.

Menurutnya, setelah ada studi akademik, permasalahan yang mungkin timbul dapat dianalisis dengan lebih mudah. Ia menambahkan bahwa geothermal sudah pernah dijalankan di beberapa daerah, salah satunya Garut, sehingga potensi pelaksanaan di sini dapat dipelajari.

“Apa sih problem yang akan terjadi dan kemudian kan studinya gampang,” tambahnya.

Di sisi lain, masyarakat di kaki Gunung Gede-Pangrango terus menolak proyek ini. Mereka bahkan beberapa kali mengusir alat berat yang berusaha membuka jalan menuju lokasi proyek.

Koordinator warga, Aryo Prima, mengungkapkan rencana aksi penghadangan dan pengusiran alat berat. Ia menegaskan, “Meskipun kami geram terus-terusan diakali alat berat supaya naik, tetapi warga tidak akan sampai berbuat lebih jauh. Kami sebatas akan mengusir saja alat beratnya. Kalau datang lagi ya diusir lagi,” katanya.

Situasi ini menegaskan ketegangan antara upaya pembangunan energi terbarukan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Masyarakat tetap berupaya melindungi kawasan gunung, sementara pemerintah menunggu hasil studi akademik untuk memutuskan langkah selanjutnya.

Gunung GedeGunung Pangrangopembangkit listrik tenaga geothermalkerusakan lingkungandampak sosialGubernur Jawa Baratstudi akademikalat berat

Komentar

Memuat komentar...