Gibran Tinjau Bendungan Bagong, Minta Jalan di Trenggalek

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Gibran Tinjau Bendungan Bagong, Minta Jalan di Trenggalek

Gambar atau konten salah?

Di Trenggalek, Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Republik Indonesia, meninjau proyek pembangunan Bendungan Bagong. Ia datang bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Bupati Trenggalek Mochamad Arifin dan beberapa pejabat lainnya.

Di amphiteater PT SAC Nusantara, Gibran memantau proses pembangunan dan menerima penjelasan langsung mengenai progres dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Setelah peninjauan, ia bertemu puluhan kepala desa. Pertemuan yang awalnya terbuka, tiba-tiba berubah menjadi tertutup. Beberapa jurnalis diminta meninggalkan lokasi.

Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Trenggalek, Puryono, menyampaikan aspirasi dan keluhan. "Tadi saya sampaikan terkait Bendungan Bagong ini agar segera diselesaikan, baik itu pembangunan fisik maupun pembebasan lahan karena akan memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat Trenggalek," kata Puryono, Kamis 30 April 2026. Ia juga meminta pemerintah pusat segera membangun saluran irigasi dari kawasan Bendungan Tugu di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek. "Ini untuk mendukung program swasembada pangan dan ketahanan pangan," imbuhnya. Selanjutnya, Puryono menegaskan perlunya proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) di Trenggalek. "Trenggalek ini kurang 40an kilometer," imbuhnya. Ia juga mengajukan permintaan tambahan alokasi anggaran desa, mengingat sebelumnya anggaran terserap untuk kebijakan pemerintah pusat.

Gibran Rakabuming Raka menanggapi semua keluhan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat akan mencari solusi terbaik bagi setiap masalah yang disampaikan. "Terima kasih sudah mendukung penuh program prioritas dan visi-misi dari Bapak Presiden. Tadi terkait keluhan terkait KIS PBI, Bendungan Tugu, lalu beberapa ruas jalan (JLS), ada berapa? 40-an kilo tadi yang belum tersambung. Nanti akan segera kami tindak lanjuti," kata Gibran.

Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Bagong Senna Anggadipa Aditama mengonfirmasi progres proyek. Ia menyatakan bahwa pembangunan bendangan telah mencapai 60 persen. Proyek diproyeksikan selesai pada 2019. "Untuk anggaran yang teralokasikan sekitar Rp2,1 triliun. Ini akan ditambah Rp600 miliar sehingga menjadi Rp2,7 triliun," jelasnya. Ia mengakui proyek ini mengalami keterlambatan karena pembebasan lahan belum tuntas dan ketersediaan anggaran dari pusat masih terbatas. "Yang jelas saat ini proyek masih berjalan. Kami berharap pemerintah terus mengalokasikan anggaran agar bisa segera selesai," jelasnya.

Keseluruhan kunjungan menegaskan komitmen pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Trenggalek. Pembangunan Bendungan Bagong masih berlangsung, namun progresnya diperkirakan akan berakhir pada akhir tahun 2019. Pemerintah berjanji menindaklanjuti semua keluhan masyarakat, termasuk isu KIS PBI, Bendungan Tugu, dan Jalur Lintas Selatan.

Semua pihak berharap proyek ini dapat selesai tepat waktu.

Bendungan BagongTrenggalekGibran Rakabuming RakaAnggaran proyekJalur Lintas SelatanKIS PBISwasembada pangan

Komentar

Memuat komentar...