Giselle Aespa Buka Rahasia Turun 10 Kg Selama 7 Tahun

Sigit W. · 2 min baca · 4 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Giselle Aespa Buka Rahasia Turun 10 Kg Selama 7 Tahun

Gambar atau konten salah?

Giselle Aespa, salah satu idola K‑Pop yang dikenal dengan penampilan menawan, baru saja mengungkap rahasia penurunan berat badannya dalam sebuah siaran langsung di media sosial. Ia menjawab pertanyaan fans mengenai perubahan fisik yang tampak drastis.

Menurutnya, berat badan yang turun tidak terjadi dalam semalam. Ia mengonfirmasi bahwa tubuhnya memang menyusut secara bertahap, **10 kg** dalam kurun waktu **tujuh tahun** terakhir. Penurunan tersebut bukan hasil diet ekstrem, melainkan akibat gangguan emosi dan fokus yang dialaminya.

Giselle menambahkan, “Seperti yang mungkin sebagian dari Anda ketahui, saya memiliki kecenderungan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Terkadang saya tidak merasa lapar,” beber Giselle yang dikutip dari Maeil Business. Karena tidak merasakan sinyal lapar, tubuhnya sempat kekurangan energi. Kini, ia tengah berusaha memulihkan stamina dengan menaikkan berat badan lewat jalur yang lebih sehat.

Di dunia medis, ADHD dikenal sebagai gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kurangnya perhatian, hiperaktivitas, dan perilaku impulsif. Kondisi ini dipicu oleh ketidakseimbangan neurotransmiter otak seperti dopamin dan norepinefrin. Gangguan kimia di otak orang dengan ADHD ini berdampak langsung pada hilangnya nafsu makan.

Berikut empat alasan utama mengapa orang dengan ADHD sering melupakan rasa lapar:

  • Kesadaran Interoseptif yang Rendah – Interosepsi adalah kemampuan otak dalam menangkap sinyal internal tubuh seperti lapar, haus, atau kenyang. Otak orang dengan ADHD kerap mengalami penurunan fungsi interosepsi, membuat mereka baru menyadari kebutuhan makan saat tubuh sudah benar-benar lemas atau pusing.
  • Fase Hiperfokus – Saat orang dengan ADHD sangat terikat pada suatu aktivitas yang merangsang fokus mereka, otak akan menyaring dan mengabaikan data sensorik periferal. Efeknya, mereka bisa kehilangan jejak waktu dan melupakan kebutuhan fisik mendasar selama berjam‑jam.
  • Disregulasi Dopamin dan Serotonin – Isyarat lapar alami bergantung pada pembawa pesan kimia. Beberapa individu dengan ADHD secara alami mengalami disregulasi kadar dasar kimiawi yang menekan atau mendistorsi sinyal nafsu makan yang normal.
  • Efek Samping Obat Stimulan – Terapi medis untuk ADHD umumnya menggunakan obat‑obatan stimulan sistem saraf pusat (seperti Ritalin atau Adderall). Obat‑obatan ini bekerja meningkatkan dopamin, namun memiliki efek samping sebagai penekan nafsu makan yang kuat karena menipu otak agar merasa selalu kenyang.

Selain membagikan perjuangan kesehatannya, Giselle juga menyayangkan sikap sebagian netizen yang terlalu terobsesi menilai perubahan bentuk fisik seseorang di media sosial. Ia mengatakan, “Saya merasa sedikit kasihan. Saya juga agak terkejut bahwa orang‑orang begitu memperhatikan penampilan saya. Saya tidak begitu mengerti mengapa mereka sampai menulis komentar dan bertindak berdasarkan komentar tersebut,” keluhnya. (sao/naf)

Perubahan fisik yang dialami Giselle bukanlah akibat kebiasaan diet ekstrem, melainkan hasil dari kondisi neurologis yang memengaruhi perasaan lapar. Ia kini fokus pada pemulihan stamina dan penambahan berat badan secara bertahap. Sementara itu, reaksi netizen menyoroti betapa pentingnya penghargaan terhadap kesehatan mental dan fisik, bukan sekadar penampilan.

Giselle Aespapenurunan berat badanADHDinterosepsiobat stimulankesehatan mentalmedia sosial

Komentar

Memuat komentar...