Golongan Darah A1 Meningkatkan Risiko Stroke di Usia Muda

Ningsih R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Golongan Darah A1 Meningkatkan Risiko Stroke di Usia Muda

Gambar atau konten salah?

Penelitian baru menunjukkan bahwa golongan darah tertentu dapat memengaruhi risiko terkena stroke pada usia muda. Studi yang dipublikasikan di jurnal Neurology pada tahun 2022 menemukan bahwa orang dengan golongan darah A1 memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami stroke sebelum usia 60 tahun.

Menurut Mark Gladwin, dokter sekaligus ilmuwan di Maryland University, Amerika Serikat, temuan ini menambah pemahaman kita tentang faktor risiko stroke yang tidak dapat diubah, termasuk golongan darah. Ia menegaskan bahwa golongan darah A, B, AB, dan O ditentukan oleh antigen atau penanda kimia di sel darah merah, dan di balik penanda tersebut terdapat variasi genetik lain yang memengaruhi respons biologis tubuh.

Studi ini menganalisis data dari 48 penelitian genetik yang melibatkan sekitar 17 ribu pasien stroke dan hampir 600 ribu orang tanpa riwayat stroke. Semua peserta berada di rentang usia 18 sampai 59 tahun.

Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan kuat antara gen subgolongan darah A1 dengan kejadian stroke dini. Steven Kittner, penulis senior studi sekaligus ahli neurologi vaskular di Maryland University, menambahkan bahwa kasus stroke usia muda kini semakin banyak ditemukan. Ia berkata, “Jumlah orang yang mengalami stroke dini meningkat.”

Penelusuran genom dalam penelitian tersebut menemukan dua lokasi genetik yang berkaitan erat dengan risiko stroke usia muda. Salah satunya berada di area gen penentu golongan darah. Dari analisis lanjutan, orang dengan variasi gen golongan darah A diketahui memiliki risiko 16 persen lebih tinggi mengalami stroke sebelum usia 60 tahun, dibandingkan golongan darah lain. Sebaliknya, pemilik gen golongan darah O justru memiliki risiko 12 persen lebih rendah.

Meski begitu, peneliti menekankan bahwa tambahan risiko tersebut tergolong kecil. Artinya, pemilik golongan darah A tidak perlu terlalu khawatir atau menjalani pemeriksaan khusus hanya karena faktor golongan darah. “Kita masih belum tahu mengapa golongan darah A memberikan risiko yang lebih tinggi,” ujar Kittner. “Tetapi kemungkinan besar hal itu berkaitan dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit dan sel-sel yang melapisi pembuluh darah serta protein sirkulasi lainnya, yang semuanya berperan dalam pembentukan bekuan darah.”

Peneliti juga menyoroti kemungkinan adanya mekanisme berbeda antara stroke usia muda dan stroke pada usia lanjut. Saat membandingkan pasien stroke usia di bawah 60 tahun dengan kelompok usia di atas 60 tahun, kaitan peningkatan risiko pada golongan darah A ternyata tidak lagi signifikan pada kelompok usia lebih tua. Menurut peneliti, stroke pada usia muda cenderung lebih berkaitan dengan proses pembentukan bekuan darah, sementara stroke di usia lanjut lebih sering dipicu penumpukan lemak di arteri atau aterosklerosis.

Tak hanya golongan darah A, studi ini juga menemukan orang dengan golongan darah B memiliki kemungkinan sekitar 11 persen lebih tinggi mengalami stroke dibandingkan kelompok kontrol tanpa stroke, tanpa memandang usia. Sebelumnya, sejumlah penelitian lain juga mengaitkan gen ABO penentu golongan darah dengan risiko kalsifikasi arteri koroner, gangguan aliran darah, hingga serangan jantung. Variasi genetik pada golongan darah A dan B juga disebut berkaitan dengan peningkatan risiko trombosis vena atau pembekuan darah di pembuluh vena.

Meski begitu, peneliti menegaskan masih dibutuhkan studi lanjutan untuk memahami lebih jauh bagaimana golongan darah dapat memengaruhi risiko stroke. “Kita jelas membutuhkan lebih banyak studi lanjutan untuk memperjelas mekanisme peningkatan risiko stroke,” tutup Kittner.

Penelitian ini menegaskan bahwa meskipun golongan darah dapat menjadi indikator risiko, faktor tersebut masih bersifat kecil dan tidak cukup untuk memutuskan tindakan medis khusus. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara golongan darah dan stroke pada usia muda.

golongan darah A1stroke usia mudarisiko strokegenetik ABOtrombosispembekuan darahpemeriksaan medispenelitian genetik

Komentar

Memuat komentar...