Goodyear Minta Perpanjangan SNI Hingga Januari 2027
Gambar atau konten salah?
PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) mengajukan permohonan percepatan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk operasi pabriknya di luar negeri. Perusahaan ini mengekspor ke 14 negara, namun beberapa negara menuntut SNI yang sudah hampir habis masa berlakunya.
Presiden Direktur Goodyear Indonesia, Iman Santoso, menegaskan bahwa kendala sertifikasi terjadi di dua pabriknya di Jerman, yaitu di Hanau dan Pfälzerwald. Setiap sertifikasi akan berakhir pada 1 September 2026 dan 17 Oktober 2026.
Percepatan sertifikasi diminta setelah perusahaan diwajibkan membangun laboratorium internal (in‑house laboratory) di Jerman. Iman meminta pemerintah memberi tenggat waktu pembangunan laboratorium hingga Januari 2027. Ia berkata, “Kita butuh waktu sampai bulan Januari tahun depan supaya mempersiapkan laboratori tersebut. Karena SNI akan berakhir tanggal 1 September dan 17 Oktober, jadi kita meminta perpanjangan waktu sampai 1 Januari tahun depan,” ungkap Iman dalam sidang terbuka debottlenecking di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, 11 Juni 2026.”
Selain itu, Iman mengaku mengalami kendala serupa untuk pabrik di Turki dan China. Karena adanya aturan baru, proses sertifikasi berpotensi melewati masa berlaku sertifikat yang ada saat ini. Ia menegaskan, “Goodyear berisiko kehilangan kontrak dan kepercayaan dari pabrikan mobil global, khususnya di Jerman. Sementara pabrik di Turki dan China, keterlambatan sertifikasi juga berisiko membuat perusahaan tidak memenuhi ketentuan regulasi Indonesia.”
Iman menambahkan, “Ini terutama yang di Jerman, itu kita akan kehilangan komitmen. Jadi kita mempunyai risiko untuk kehilangan partner atau mitra kami di pabrikan mobil di Jerman,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Debottlenecking, Satya Bhakti Parikesit, mengatakan pihak Goodyear Indonesia meminta kepastian kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait perpanjangan sertifikasi SNI. Ia berkata, “Jadi karena mereka, ini kan berkaitan sama pengajuan permohonan SNI untuk impor, ternyatakan dari konteks waktu, mereka meminta kepastian karena jangka waktu SNI yang saat ini berlaku itu sudah mau habis. Itu saja minta percepatan, dan itu sebenarnya sudah termanaje dengan baik lah dikelola oleh teman‑teman Kementerian Perindustrian,” pungkasnya.
Goodyear menekankan pentingnya menjaga sertifikasi agar tidak kehilangan kepercayaan mitra, terutama di pasar otomotif Jerman. Perusahaan berharap perpanjangan hingga 1 Januari 2027 dapat memadai waktu pembangunan laboratorium internal dan memenuhi regulasi baru. Dengan langkah ini, Goodyear berupaya mempertahankan posisi sebagai pemasok ban global yang dapat diandalkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemerintah Naik Batas Bawah Pendapatan Negara 12,01% PDB 2027
Menteri Perhubungan Tinjau Penyesuaian Tarif Penyeberangan
IHSG Tutup Merah, Turun 0,28% Jadi 5.896,03 Pasar Jakarta
Dudy: TBA Ekonomi Tidak Diubah, Fuel Surcharge Penyesuaian
PU Tuntut Tambahan Rp121 Triliun 2027 agar proyek selesai
Ojek Online: Potongan 20% Padahal Perpres Tetapkan 8% di Lapangan
Berita Terbaru
Perang Pandan Tenganan: Tradisi Daya Tarik Wisatawan
Spanyol Siap Hadapi Piala Dunia 2026: Kuat di Grup H
Suzuki Fronx Sport Diperkenalkan di Negeri Jiran Baru
Goodyear Minta Perpanjangan SNI Hingga Januari 2027
Inggris Menang 3-0 vs Costa Rica, Rice, Gordon, Watkins Gol
Leo & Daniel Kalah 16 Besar AO 2026, 15‑21, 18‑21 di Melb
Sabar/Moh Reza Raih 16 Besar, Masuk Perempatfinal OAS 2026
