GoPay Capai 26 Juta Pengguna, Fokus Keamanan Akun Aman
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, penggunaan layanan dompet elektronik terus meningkat. Aplikasi yang ringan dan mudah diakses memudahkan masyarakat mengelola keuangan sehari‑hari. Salah satu contoh terkemuka adalah GoPay, yang menawarkan berbagai fitur keuangan dalam satu platform.
"Aplikasi GoPay menyediakan layanan keuangan yang murah dan lengkap untuk kebutuhan sehari‑hari. Didukung dengan tampilan yang simpel dan ukuran aplikasi yang ringan, aplikasi GoPay dapat diunduh dan digunakan dengan mudah di berbagai jenis smartphone," ujar Sudhanshu Raheja, Presiden Direktur GoTo Financial, dalam siaran pers yang ditulis Rabu, 22 April 2026.
"Saat ini, layanan GoPay memiliki lebih dari 26 juta pengguna aktif bertransaksi bulanan dan terus mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Kami berkomitmen untuk bisa memberikan akses finansial yang mudah dan aman bagi seluruh masyarakat."
"Saat ini layanan GoPay memiliki lebih dari 26 juta pengguna aktif bulanan dengan lebih dari 600 juta transaksi tiap bulan. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan keuangan yang mudah dan aman bagi seluruh masyarakat, sekaligus mendukung agenda inklusi keuangan di Indonesia."
Di dalam aplikasi, pengguna dipandu mengikuti lima langkah keamanan. Langkah-langkah tersebut meliputi penggunaan biometrik, verifikasi dua faktor, dan pengaturan PIN. Setelah semua langkah terpenuhi, aplikasi menampilkan safety score meter 100% yang memberi tahu tingkat perlindungan akun.
GoPay terus menambah layanan dan menjaga keamanan, sehingga lebih dari 26 juta pengguna aktif dapat melakukan transaksi bulanan dengan aman. Fokusnya tetap pada penyediaan akses finansial yang praktis dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
