Gowa Realisasikan Bedah 450 Rumah untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

Endah K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Gowa Realisasikan Bedah 450 Rumah untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

Gambar atau konten salah?

Gowa – Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem dengan merealisasikan program bedah 450 rumah warga kurang mampu. Program ini bertujuan mewujudkan hunian yang layak dan aman, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari Gowa Sejahtera, prioritas utama Pemkab Gowa. Pada 18 April 2026, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengunjungi lokasi penerima bantuan di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu. Ia menyatakan, “Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat yang membutuhkan.”

Menurut Bupati, program bedah rumah ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gowa, dan pihak swasta. Ia menambahkan bahwa total 450 rumah telah dan sedang diperbaiki. Rinciannya sebagai berikut:

  • 62 unit berasal dari kolaborasi pemerintah dan pengembang.
  • 37 unit disumbangkan oleh Baznas Gowa.
  • 19 unit melalui program Orang Tua Asuh (OTA).
  • 332 unit berasal dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), terbagi menjadi 195 unit data aspirasi dan 137 unit data Kemensos.

“Mudah-mudahan ini terus didukung oleh semua kalangan di Kabupaten Gowa bahkan dari luar. Kami mengajak semuanya untuk bergotong-royong, dan saling berkontribusi, berkolaborasi untuk Gowa maju,” tuturnya.

Sementara itu, Abdullah Sirajuddin, Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Gowa, menegaskan bahwa program ini adalah bentuk pemenuhan hak masyarakat atas tempat tinggal yang layak. Ia menambahkan, “Rumah tidak layak diperbaiki dan dibangun lebih kokoh dengan sanitasi serta ventilasi yang baik, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.”

“Bedah rumah ini bertujuan untuk membantu keluarga keluar dari status kemiskinan ekstrem guna mencapai target Zero Percent di Kabupaten Gowa,” tuturnya.

Abdullah menjelaskan bahwa pendanaan program berasal dari berbagai pihak. Pilar utama penyalur dana adalah Baznas Gowa melalui program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB). Dana tersebut dihimpun dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Gowa. Selain itu, pemerintah aktif menjalin kerja sama dengan sektor swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Swasta menyalurkan tanggung jawab sosial dalam bentuk material bangunan hingga pembiayaan penuh untuk beberapa unit rumah.

Program ini juga bertujuan meningkatkan sinergitas, kolaborasi, dan memperkuat budaya gotong royong antara pemerintah, pihak swasta, dan lembaga sosial Baznas. Hasilnya, keluarga yang menerima bantuan diharapkan dapat hidup mandiri dan berdaya di masa depan.

Abdullah menambahkan bahwa dana juga bersumber dari kontribusi pribadi OTA, yakni pimpinan SKPD, pejabat, atau ASN. Mereka tidak sekadar melakukan pendampingan, tetapi juga turut memberikan dukungan tambahan bagi penerima bantuan. “Tidak jarang orang tua asuh menggunakan dana pribadi atau swadaya di internal instansi mereka untuk menambah kelengkapan rumah yang tidak ter-cover oleh bantuan pokok, misalnya untuk membeli perabotan, kasur, atau penyambungan listrik,” ujarnya.

Program bedah rumah ini merupakan langkah konkret pemerintah Gowa untuk mengurangi kemiskinan ekstrem. Dengan melibatkan berbagai pihak—pemerintah, lembaga zakat, swasta, dan masyarakat—hasilnya diharapkan lebih berkelanjutan. Keterlibatan semua kalangan dalam upaya ini menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan hidup yang layak bagi seluruh warga Kabupaten Gowa.

GowaBedah RumahKemiskinan EkstremBaznasCSRRumah Layak HuniGowa Sejahtera

Komentar

Memuat komentar...