Gubernur Jatim Tegaskan Kesiapan SAR Selama Lebaran 2026

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Gubernur Jatim Tegaskan Kesiapan SAR Selama Lebaran 2026

Gambar atau konten salah?

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapsiagaan SAR selama Lebaran 2026 akan berjalan maksimal. Ia mendampingi Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii saat meninjau Posko Terpadu Angkutan Laut di Pelabuhan Tanjung Perak.

Peninjauan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, hingga koordinasi lintas sektor menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Momentum lebaran ini mobilitas masyarakat meningkat signifikan, sehingga seluruh potensi risiko harus diantisipasi sejak dini,” ujar Khofifah, Minggu (22 Maret 2026).

Ia menambahkan, “Kesiapsiagaan maksimal berarti kita tidak hanya siap merespons, tetapi juga mampu memitigasi risiko sejak awal melalui koordinasi yang solid dan kesiapan yang terukur,” imbuhnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini di lingkungan pendidikan. “Kita perlu mengenalkan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini agar awareness terbentuk kuat. Ini penting untuk membangun budaya siaga bencana sejak awal,” ujarnya.

Ia mengusulkan memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di sekolah, termasuk pembentukan tim siaga yang melibatkan siswa. “Jika ini dapat diimplementasikan, maka pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang, apabila dipusatkan di Pamekasan, Jawa Timur siap mengintegrasikan kegiatan SAR dengan aktivitas siswa SMA/SMK,” katanya.

Selama acara, Khofifah menerima penghargaan dari Basarnas atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam operasi penyelamatan korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, melainkan untuk seluruh tim yang bekerja di lapangan. Ini juga menjadi bentuk penghormatan bagi para korban dan keluarga yang terdampak,” ungkap Khofifah.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tim SAR, relawan, tenaga medis, hingga TNI-Polri. “Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR, relawan, tenaga medis, TNI-Polri, serta semua pihak yang telah menunjukkan dedikasi dan ketulusan luar biasa dalam proses penyelamatan,” imbuhnya.

Khofifah menegaskan peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi. “Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan pascabencana harus terintegrasi diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim, khususnya Ibu Gubernur Khofifah yang selalu hadir dan memberi perhatian khusus dalam setiap penanganan bencana. Bahkan dalam situasi darurat, beliau terus memantau tanpa mengenal waktu, memastikan proses penyelamatan berjalan optimal,” katanya.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap usulan edukasi kebencanaan di sekolah. “Menurut kami ini peluang yang sangat baik dalam rangka menyiapkan budaya safety sejak dini. Apa yang disampaikan Ibu Gubernur sangat bagus dan relevan dengan kebutuhan ke depan,” ujar Syafii.

Syafii menutup dengan menyoroti potensi Jawa Timur sebagai daerah percontohan. “Leading sector untuk inisiatif besar ini harus dimulai dari Jawa Timur. Kami melihat kesiapan dan komitmen yang kuat dari Pemprov Jatim,” pungkasnya.

Dengan langkah-langkah ini, Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi, dan penanganan bencana, sekaligus menanamkan budaya kesiagaan sejak dini di kalangan generasi muda.

Kesiapsiagaan SARBasarnasJawa TimurLebaran 2026Edukasi kebencanaanMitigasi bencanaPendidikan Nasional

Komentar

Memuat komentar...