Gubernur Jawa Timur Perbaiki Rumah Tenaga Keamanan untuk Pendidikan
Gambar atau konten salah?
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi rumah Wandori, tenaga keamanan SMAN 2 Surabaya, yang terletak di Jalan Dinoyo Baru No. 47, Surabaya. Kunjungan ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan dan penyediaan hunian layak bagi insan pendidikan di provinsi.
Program bedah rumah ini merupakan bagian dari kado Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Secara keseluruhan, program tersebut menyasar 135 insan pendidikan di berbagai daerah di Jawa Timur. Pada tahun ini, program tersebut menjangkau 38 rumah yang tersebar di 24 Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
“Insan pendidikan itu bukan hanya guru. Ada tenaga keamanan, tenaga kebersihan, dan berbagai pihak lain yang turut mendukung proses pendidikan. Mereka juga harus mendapatkan perhatian, termasuk dalam pemenuhan hunian yang layak,” kata Khofifah, Rabu, 6 Mei 2026.
Perbaikan rumah Wandori dimulai sejak awal April 2026 dan saat ini progresnya telah mencapai 100 persen. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memastikan seluruh insan pendidikan, termasuk tenaga penunjang, mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang layak.
“Proses dari zakat yang dikumpulkan oleh staf di Dinas Pendidikan se‑Jawa Timur itu kemudian ditasyarufkan antara lain untuk hunian yang layak arau rumah tinggal layak huni (Rutillahu). Jadi untuk membangun rumah tinggal layak huni. Ini salah satunya. Di semua Kabupaten masing-masing ada satu titik untuk semester pertama tahun ini,” kata Khofifah.
“Selain bedah rumah, dana zakat tersebut juga dimanfaatkan untuk program afirmasi pendidikan berupa beasiswa sebesar Rp1 juta bagi keluarga kurang mampu. Kita biasa meyebutnya itu program afirmasi. Itu juga dari zakat yang dikumpulkan oleh staf dinas pendidikan Jawa Timur,” tambahnya.
Aries Agung Paewai, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, menegaskan bahwa program ini merupakan inisiatif Gubernur Khofifah yang diperuntukan bagi para insan pendidikan di bumi Majapahit. “Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional, Ibu Gubernur menginisiasi agar kita semua peduli terhadap insan pendidikan, tidak hanya guru tetapi juga tenaga penunjangnya. Setelah kami melakukan survei di berbagai wilayah termasuk di Kota Surabaya, terdapat penerima yang layak mendapatkan bantuan, salah satunya Bapak Wandori,” ujarnya.
“Program bedah rumah bagi insan pendidikan, lanjut Aries, telah berjalan sejak tahun sebelumnya dan telah memberikan manfaat luas di berbagai daerah di Jawa Timur. Kita berharap bahwa ini menjadi momentum di Hari Pendidikan Nasional, memberikan dampak pendidikan bagi semuanya yang kita lakukan di Jawa Timur,” harapnya. “Ini bukan yang pertama. Tahun lalu juga sudah dilakukan. Secara total ada sekitar 135 rumah yang telah dibedah dengan nilai bantuan rata‑rata antara Rp20 juta hingga Rp25 juta per rumah, dengan pengerjaan yang mengedepankan semangat gotong royong,” jelasnya.
Wandori, yang sebelumnya mengeluhkan kondisi rumahnya, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Sebelumnya saya sebenarnya sudah ingin memperbaiki rumah, tapi memang tidak ada dana. Kondisinya juga sudah sangat tidak layak dihuni. Atap sering bocor dan lantai tergenang air saat hujan, plafon juga beberapa kali jebol, dan dinding sudah retak serta lembab,” katanya.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah. Kami sekeluarga sangat terbantu sekali. Sekarang rumah kami jauh lebih layak dan nyaman untuk ditempati. Ini benar-benar menjadi kebahagiaan bagi kami,” ucapnya haru.
Program bedah rumah ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap seluruh insan pendidikan, dari guru hingga tenaga pendukung. Melalui alokasi zakat dan kolaborasi dengan Baznas, pemerintah provinsi berhasil menyediakan hunian layak bagi banyak keluarga. Selain perbaikan fisik, program ini juga menyertakan beasiswa Rp1 juta untuk keluarga kurang mampu, memperlihatkan upaya holistik dalam meningkatkan kesejahteraan pendidikan di Jawa Timur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
