Gubernur Khofifah Dilantik Koordinator PPIH Surabaya

Kartika D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Gubernur Khofifah Dilantik Koordinator PPIH Surabaya

Gambar atau konten salah?

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dilantik pada 17 April 2026 sebagai koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya. Pelantikan berlangsung di Gedung Musdalifah, Asrama Haji Surabaya, dihadiri Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf. Sebanyak 23 orang diberi tugas sebagai PPIH Embarkasi Surabaya.

Para petugas ini diamanahi untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jamaah agar dapat menunaikan ibadah sesuai syariat. Tugas mereka juga mencakup mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam penyelenggaraan haji. Khofifah menegaskan bahwa tahun ini jumlah jemaah Haji Embarkasi Surabaya mencapai 44.087 orang. Dari jumlah tersebut, 43.623 jamaah dan 464 petugas kloter terbagi dalam 116 kloter.

Rincian asal usul jemaah menunjukkan dominasi Jawa Timur dengan 42.409 jamaah, diikuti Bali dengan 698 jamaah, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 516 jemaah. Kloter pertama akan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dari Kabupaten Probolinggo, sementara kloter terakhir akan diberangkatkan pada 20 Mei 2026 dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Kediri, dan Kota Surabaya.

Ia menekankan bahwa rangkaian penyelenggaraan tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab yang diemban. “Dengan demikian, tugas PPIH Embarkasi Surabaya menjadi amanah nasional, karena jamaah yang dilayani tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari Bali dan NTT.”

Khofifah menambahkan, “Pelayanan yang baik akan mencerminkan kualitas penyelenggaraan haji di Tanah Air. Untuk itu, citra Pemerintah Provinsi Jawa Timur berada di pundak PPIH Embarkasi Surabaya. Niatkan setiap pengabdian lillahi ta'ala, insya Allah bernilai pahala.”

Ia mengajak seluruh petugas untuk bersinergi dan berkolaborasi, saling menghargai setiap peran, serta bekerja dengan penuh dedikasi. “Kami percaya, seluruh petugas haji akan memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada jemaah.”

“Inilah pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, mulai aspek pelayanan, transportasi, kesehatan, hingga keamanan supaya seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji berjalan tertib, lancar, dan responsif terhadap dinamika di lapangan,” sambutnya.

Ia berharap semua petugas PPIH dapat melayani jamaah dengan sebaik-baiknya, melakukan inovasi dalam pelayanan, beradaptasi dengan kondisi, serta mampu mengambil keputusan cepat dan tepat. “Bismillah, dengan ridho Allah, semoga seluruh rangkaian proses ibadah Haji tahun ini dapat berjalan lancar, penuh berkah, serta membawa para jamaah kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur,” tutupnya.

Setelah pelantikan, Khofifah bersama Menteri Haji dan Umrah RI melakukan meal test atau uji kelayakan makanan bagi calon jamaah Haji untuk penerbangan di pesawat. “Antisipasi makanan yang mungkin tidak suka pedas itu sudah terantisipasi sehingga ada bumbu atau sambal yang disiapkan terpisah. Jadi bisa disesuaikan selera masing-masing,” jelasnya.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa pelantikan PPIH Embarkasi akan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah Haji dengan sepenuh hati sehingga jamaah merasakan kehadiran negara. “Itulah kenapa kami menyiapkan petugas haji sampai sebulan bahkan lebih, ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah Haji. Alhamdulillah semuanya sudah siap terutama terkait dokumen yang diperlukan, semua visa jamaah haji kita sudah keluar, artinya kerja keras mereka sudah terbayar,” kata Irfan.

Ia menambahkan, “Pelantikan hari ini, tidak sengaja dilantik dihari Jumat, sayyidul ayyam. Ini adalah tahun pertama kami menjalankan semua proses haji di Indonesia. Semoga seluruh rangkaian proses Ibadah Haji tahun ini dapat berjalan lancar.”

Dirinya menjelaskan bahwa tahun ini Kementerian Haji dan Umrah menambah kuota Haji Lansia dan Disabilitas. Selain itu, kuota jamaah perempuan juga ditambah karena jamaah perempuan jauh lebih banyak daripada jemaah laki-laki. “Jemaah haji perempuan lebih banyak sekitar 54 persen, selebihnya merupakan jamaah laki-laki. Sesuai data, jamaah terbesar tahun ini adalah mereka yang lulusan SD, selain itu juga mayoritas Ibu Rumah Tangga, oleh karena itu diperlukan perhatian khusus dari petugas, tentunya untuk menenangkan kekhawatiran mereka,” lanjutnya.

Ia menekankan semangat pengabdian harus sama, dengan satu standar pelayanan. “Mutu layanan harus sama, semangat pengabdian harus sama memastikan jamaah haji Indonesia berangkat dengan aman, tenang dan terlayani dengan baik,” pungkasnya.

Pelantikan ini menandai langkah penting bagi penyelenggaraan haji di Jawa Timur. Dengan jumlah jamaah yang besar dan keragaman asal usul, PPIH Embarkasi Surabaya diharapkan dapat menjaga kualitas layanan, koordinasi lintas sektor, dan kepuasan jamaah. Keberhasilan proses ini akan mencerminkan kemampuan pemerintah provinsi dalam mengelola ibadah haji secara profesional dan aman.

Khofifah Indar ParawansaPPIH Embarkasi SurabayaHajiJawa TimurMenteri Haji dan UmrahPelayananJumlah Jamaah

Komentar

Memuat komentar...