Gubernur Malut Dorong Warga Ikut Sensus Ekonomi 2026

Eko P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Gubernur Malut Dorong Warga Ikut Sensus Ekonomi 2026

Gambar atau konten salah?

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengajak warga Ternate dan sekitarnya untuk aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menegaskan bahwa data ekonomi menjadi dasar bagi kebijakan pembangunan daerah.

Hari Kamis, 17 Juni 2026, Sherly hadir di Ballroom Hotel Bela Ternate. Ia menyampaikan pesan kepada masyarakat saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026. “Bagi kami, data ekonomi sangat penting untuk membantu kami menentukan kebijakan,” tegas Sherly. Ia menekankan bahwa data yang akurat dapat memandu pemerintah dalam merencanakan kebijakan yang tepat.

Acara tersebut bertepatan dengan tema Sensus Ekonomi, yaitu “Statistik Ekonomi Akurat, Pembangunan Tepat.” Sherly menjelaskan bahwa data yang tepat memungkinkan pemerintah merancang kebijakan yang sesuai. Ia mengajak para pengusaha untuk membantu sosialisasi kepada anggota mereka agar terbuka kepada petugas sensus. “Karena tujuan dari sensus ini untuk memetakan kondisi ekonomi Indonesia yang sebenarnya,” paparnya.

Gubernur menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bukan untuk mencari-cari kesalahan atau menyusahkan masyarakat. Ia mengajak warga memberikan data dan informasi yang akurat kepada petugas sensus. “Berikan jawaban yang tepat. Karena data tepat hanya bisa dihasilkan dari jawaban yang tepat, dan solusi yang tepat hanya bisa dihasilkan dari data yang akurat,” ujar Sherly.

Selanjutnya, Sherly memohon kepada petugas sensus agar bekerja dengan teliti, ramah, sabar, dan profesional. Ia mengingatkan petugas untuk menyesuaikan diri dengan karakteristik masyarakat di Malut. “Karena tidak semua orang di desa itu bisa berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Jadi pertanyaannya pun harus disesuaikan dengan bahasa lokal. Karena banyak jargon‑jargon ekonomi itu tidak dipahami oleh mereka yang ada di desa,” jelasnya.

Dia menekankan pentingnya mencatat semua jenis usaha: mikro, rumahan, informal, warung, dan digital. “Jangan hanya sekadar banyaknya formulir yang selesai diisi, tapi kualitas dari data itu sangat penting,” tambah Sherly. Ia kembali menegaskan bahwa Sensus Ekonomi dapat memberikan gambaran untuk menentukan arah kebijakan yang tepat. Hasil kebijakan diharapkan membawa Maluku Utara menjadi lebih baik.

“Karena pada akhirnya, ini bukan tentang angka saja, tapi data yang kita hasilkan hari ini akan menentukan kebijakan yang akan menentukan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dan Indonesia pada masa depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS RI, menyampaikan harapannya agar masyarakat menerima petugas sensus dengan baik. Ia menekankan pentingnya warga memberikan informasi yang tepat. “Kunci keakuratan data itu berawal dari masyarakat ketika memberikan data yang benar. Kedua adalah petugas sensus juga melakukannya dengan benar,” terang Amalia.

Amalia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi adalah milik masyarakat, bukan milik pemerintah. Ia memastikan bahwa BPS akan menjaga kerahasiaan data warga dengan baik. “Kami juga punya proses pengecekan anomali data, jadi begitu nanti data masuk ke sistem kami, akan ada tim yang mengecek setiap hari untuk melihat apakah data yang masuk itu ada anomali atau tidak,” pungkasnya.

Dengan dukungan aktif dari warga, pengusaha, dan petugas sensus, diharapkan data yang dikumpulkan dapat mencerminkan kondisi ekonomi Maluku Utara secara akurat. Data ini akan menjadi dasar bagi perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

Sensus Ekonomi 2026Data EkonomiKebijakan PembangunanMaluku UtaraGubernur Sherly Tjoanda LaosBPS RIPetugas SensusData Akurat

Komentar

Memuat komentar...