Gubernur Rekrut 30.000 Manajer Kopdes & 5.476 Staf Nelayan
Gambar atau konten salah?
Gubernur pusat mengumumkan rekrutmen massal untuk posisi Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih serta staf di Kampung Nelayan Merah Putih. 30.000 formasi tersedia bagi manajer Kopdes, sementara 5.476 posisi ditujukan bagi pegawai Kampung Nelayan.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang lolos seleksi akan diangkat sebagai pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Nusantara selama dua tahun. Setelah masa tersebut berakhir, mereka akan berubah status menjadi petugas koperasi. "Ya sementara dua tahun ya. Nanti setelah dua tahun akan menjadi petugas koperasi. Jadi dua tahun di Agrinas setelah itu akan menjadi petugas koperasi," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta.
Dalam pembahasan sistem penggajian, Zulhas menegaskan bahwa skema akan mengikuti standar BUMN dan pembayaran akan dilakukan oleh PT Agrinas. Namun, sumber pendanaan masih akan dijelaskan lebih lanjut. "Nanti itu kan karena Agrinas, tentu Agrinas Pangan yang akan membayar. Tapi uangnya dari mana tentu nanti skema berikutnya akan kita jelaskan," tambahnya.
Antusiasme masyarakat tinggi. Hingga saat ini, 639.732 orang sudah mendaftar. Dari jumlah tersebut, 487.819 pelamar telah melengkapi administrasi, dan 483.648 dinyatakan memenuhi syarat.
Seleksi kini memasuki tahap tes kompetensi yang berlangsung pada 03-12 Mei 2026 menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) di 72 lokasi di seluruh Indonesia. "Tes ini sudah terbukti. Jadi ini sudah terbukti saudara-saudara. PNS-PNS, calon PNS semua pakai ini, pakai CAT ya. Jadi tidak perlu diragukan karena semua ASN pun pakai sistem ini," ujar Zulhas.
Selanjutnya, akan ada seleksi kompetensi tambahan yang mencakup tes mental ideologi serta pemeriksaan kesehatan pada 20-31 Mei 2026. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 07 Juni 2026.
Peserta yang lolos akan mengikuti pelatihan dasar komponen cadangan (Komcad) serta pelatihan manajerial dan kompetensi sesuai bidang masing-masing.
Rekrutmen ini menandai upaya pemerintah dalam memperkuat struktur koperasi desa dan kampung nelayan, dengan menempatkan tenaga kerja terlatih di posisi strategis. Proses seleksi yang ketat dan pelatihan intensif menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan profesionalisme dalam sektor ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
