Gubernur Sulsel Tegaskan Ungkap Kasus BBM Subsidi di Makassar

Ika P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Gubernur Sulsel Tegaskan Ungkap Kasus BBM Subsidi di Makassar

Gambar atau konten salah?

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan pentingnya pengungkapan kasus penyelundupan BBM subsidi di Dermaga Pelindo Makassar pada Selasa, 02 Juni 2026. Ia menilai kasus tersebut dapat menyelamatkan keuangan negara.

Ini kapal tanker luar biasa besar dan juga ada BBM sebagai barang bukti 229 kiloliter kurang lebih, dan ada sekitar 700 ribu liter yang dipakai surat yang harusnya 30 KL dan ada indikasi kerugian Rp 69 miliar,”

kata Andi Sudirman dalam sambutannya. Ia menekankan bahwa kapal tersebut menampung lebih dari 700 000 liter BBM subsidi, sementara dokumen pengiriman hanya mencantumkan 30 000 liter.

Andi Sudirman menambahkan bahwa pengungkapan ini berhasil mengamankan pajak negara sebesar Rp 3,5 miliar per pengangkutan. Ia memperkirakan bahwa bila pelaku beroperasi berulang‑ulang, jumlah uang negara yang diselamatkan akan berlipat ganda.

“Bisa bayangkan kalau 700 ribu (liter) itu, kita terima pemasukan negara, pendapatan pajaknya saja itu Rp 3,5 miliar bisa masuk ke negara sebenarnya. Bayangkan kalau ini yang diketahui baru satu, bayangkan kalau ini sudah dipakai berulang‑ulang,”

jelasnya. Ia juga mengapresiasi Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VI (Dankodaeral VI) Makassar, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, yang menjadi pelopor dalam mengungkap kasus tersebut.

“Bahwa ini di situasi global yang kemudian semua orang meng-highlight tentang BBM, bahan bakar. Justru ada tindakan‑tindakan seperti ini, tentu ini adalah apresiasi besar kepada Bapak Kapolda seluruh jajaran dan juga tentu TNI dan Kodaeral yang telah berpartisipasi dan ikut turut dalam kegiatan ini,”

jelasnya. Ia menegaskan bahwa situasi global yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelangkaan BBM menambah nilai pentingnya tindakan ini.

“Kita tentu patut apresiasi di situasi yang sulit tentang bahan bakar, ada yang memainkan dan kita berhasil mengungkap ini di waktu yang tepat dan kemudian dengan pengungkapan yang sangat luar biasa,” sambung Andi Sudirman.

Gubernur berjanji akan memberi penghargaan kepada aparat yang terlibat. Ia akan memberikan piagam penghargaan kepada Kapolda dan seluruh jajaran yang berkontribusi.

“Alhamdulillah Bapak Kapolda berkontribusi melalui Ditreskrimsus. Dan juga saya sampaikan hari ini, selaku Gubernur Sulawesi Selatan, saya akan memberikan penghargaan khusus untuk Bapak Kapolda beserta seluruh jajaran yang terlihat langsung dalam pengungkapan ini,”

imbuh Andi Sudirman.

Wahyudi Anas, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), juga mengapresiasi pengungkapan tersebut. Ia menyatakan bahwa kasus ini merupakan kasus dengan barang bukti terbesar selama penyelundupan BBM.

“Sekali lagi kami berikan apresiasi setinggi‑tingginya kepada Bapak Kapolda dan seluruh tim jajaran garda terdepan ada Ditreskrimsus. Ini merupakan temuan terbesar selama kami melakukan press conference terhadap penyalahgunaan BBM yang tersebar di polda lain,”

ujar Wahyudi.

Di sisi lain, polisi telah menyita MT Bakti I di Dermaga Pelabuhan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Kapal tanker tersebut digunakan untuk menyelundupkan 700 KL solar subsidi hasil langsiran dari sejumlah SPBU di wilayah Sulawesi Selatan.

Kapolda Sulsel, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan modus operandi. Ia mengatakan kapal tersebut seharusnya berangkat dari Surabaya menuju Tulang Pisau, Kalteng, namun akhirnya belok ke Sulawesi untuk mengambil langsiran BBM subsidi.

“Modusnya yang tadi kami sampaikan, dia melangsir, seharusnya arah tujuan yang bersangkutan kapal ini adalah dari Surabaya ke Tulang Pisau, Kalteng. Tapi yang bersangkutan belok ke Sulawesi mengambil langsiran atau minyak subsidi di sini,”

ujar Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro.

Investigasi menemukan indikasi manipulasi dokumen pengiriman. Awalnya invoice hanya mencantumkan muatan 30.000 liter, namun kemudian ditemukan dokumen dengan nomor register yang sama memuat muatan hingga 700.000 liter.

“Sehingga saat itu merubah invoice yang dari 30.000 sampai menjadi 700.000 liter dan itu kita ketahui terjadi perubahan dengan invoice yang nomor register sama. Artinya bahwa ini terjadi bahwa itu manajemen pun kita akan terus mendalami dan mengembangkan perilaku ini,”

kata Djuhandhani.

Polisi menetapkan tujuh tersangka dan menambahkan empat orang lainnya ke daftar pencarian orang (DPO). Para tersangka memiliki peran berbeda dalam melancarkan aksi kejahatan, mulai dari memalsukan dokumen, mengeksekusi kegiatan di lapangan, menjadi perantara atau pelangsir, hingga menyediakan gudang penyimpanan BBM subsidi.

Pengungkapan ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam menindak penyelundupan BBM. Kasus ini juga menunjukkan potensi kerugian besar bagi negara jika tidak segera diatasi. Dengan tindakan cepat, pemerintah daerah berhasil mengamankan pajak dan mencegah kerugian lebih lanjut.

Penyelundupan BBMKapal TankerPelindo MakassarPajak NegaraGubernur Sulawesi SelatanBBM SubsidiKoordinasi LembagaTindak Lanjut Kejahatan

Komentar

Memuat komentar...