Gubernur Sumsel: BBM Hemat, Layanan Publik Tetap Normal

Lia N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Gubernur Sumsel: BBM Hemat, Layanan Publik Tetap Normal

Gambar atau konten salah?

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa kebijakan penghematan bahan bakar minyak (BBM) tidak akan memengaruhi pelayanan publik. Kendaraan dinas yang berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakat dipastikan tetap beroperasi normal.

“Penghematan BBM terhadap kendaraan dinas tidak akan dilakukan pada sektor khusus, seperti pelayanan publik, untuk layanan kesehatan tidak akan (berhemat BBM),” ujar Deru pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.

Menurutnya, efisiensi BBM hanya akan diterapkan pada sektor-sektor yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat melalui work from home (WFH). Ia menegaskan bahwa layanan penting seperti kesehatan, penanganan darurat, dan kegiatan yang menyangkut kebutuhan masyarakat luas harus tetap berjalan tanpa hambatan dan menjadi prioritas.

“Yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat langsung, terutama kesehatan dan layanan dasar, itu tidak kita batasi,” tambahnya.

Deru menyatakan bahwa kebijakan tersebut efektif untuk diterapkan di lingkungan Pemprov Sumsel. Ia juga mengumumkan bahwa akan ada 1 hari WFH dalam sepekan untuk menghemat BBM.

Terkait efisiensi yang akan didapatkan, Deru mengaku belum menghitungnya. “Saya belum hitung berapa jumlah kendaraan dinas yang operasional setiap hari, jika di WFH-kan berapa efisiensi yang bisa didapat. Saya perlu kajian lagi, nanti 1-2 hari lagi kalian tanyakan. Tapi ini pastinya efektif,” ungkapnya.

Deru juga memastikan bahwa pasokan BBM di Sumsel saat ini dalam kondisi aman dan lancar, khususnya pada momen arus mudik dan balik nanti. “Saya tadi sudah tanyakan dengan pimpinan Pertamina Patra Niaga, pasokan BBM saat ini lancar. Alhamdulillah pasokan juga terjaga, kita tidak mendengar ada pemudik yang ke Sumsel dan melewati Sumsel tidak terbagi BBM. Kita harapkan pascaLebaran atau saat arus balik nanti tetap kondusif,” tutusnya.

Secara keseluruhan, kebijakan penghematan BBM di Sumatera Selatan difokuskan pada sektor non-pelayanan dasar, sementara layanan kesehatan dan darurat tetap dijaga. Pemerintah juga menyiapkan rencana WFH satu hari per minggu untuk menekan konsumsi BBM, meskipun efisiensinya masih dalam tahap kajian. Pasokan BBM sendiri dinilai aman, menjamin kelancaran distribusi selama periode mudik dan balik.

Kebijakan Penghematan BBMGubernur Sumatera SelatanPelayanan KesehatanWork From HomePasokan BBMPertamina Patra NiagaArus MudikEfisiensi Kendaraan Dinas

Komentar

Memuat komentar...