Gugatan Britannica dan Merriam-Webster Terhadap OpenAI Masuk Sidang

Ningsih R. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Gugatan Britannica dan Merriam-Webster Terhadap OpenAI Masuk Sidang

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Dua penerbit besar, Encyclopaedia Britannica dan Merriam-Webster, telah mengajukan gugatan terhadap OpenAI. Mereka menuduh OpenAI melanggar hak cipta dengan menggunakan konten berhak cipta tanpa izin untuk melatih model AI, termasuk GPT-4. Gugatan ini diajukan pada Jumat, 20 Maret 2026.

Dalam gugatan tersebut, kedua penerbit menyatakan bahwa model AI ini dapat menghasilkan jawaban yang sangat mirip dengan materi asli. Britannica mengklaim bahwa GPT-4 telah menghafal sebagian besar kontennya dan mampu mengeluarkan kembali teks yang hampir identik jika diminta. Dokumen gugatan menunjukkan perbandingan antara respons AI dan artikel dari Britannica, menyoroti kemiripan hingga ke tingkat kata-per-kata.

Britannica juga menyatakan bahwa OpenAI telah merugikan bisnis mereka dengan mengalihkan trafik pengguna. Alih-alih mengarahkan pengguna ke situs asli seperti mesin pencari biasa, AI tersebut disebut menghasilkan jawaban langsung yang menghilangkan fungsi dari konten asli.

Kasus ini menambah daftar panjang sengketa hukum antara perusahaan media dan pengembang AI. Sebelumnya, The New York Times juga menggugat OpenAI dengan tuduhan serupa terkait penggunaan konten berhak cipta tanpa izin dalam skala besar. Di sisi lain, perusahaan AI lain seperti Anthropic telah menyelesaikan kasus serupa. Pada bulan September yang lalu, Anthropic setuju untuk membayar sekitar USD 1,5 miliar (sekitar Rp24 triliun) untuk menyelesaikan gugatan class action terkait penggunaan buku berhak cipta dalam pelatihan AI.

Gugatan dari Britannica dan Merriam-Webster ini diperkirakan akan menjadi salah satu kasus penting yang menguji batas penggunaan data berhak cipta dalam pengembangan AI generatif. Hal ini sekaligus akan menentukan bagaimana hubungan antara industri media dan perusahaan AI di masa depan.

hak ciptaOpenAIpenerbitGPT-4gugatankonten berhak ciptaAI generatifindustri media

Komentar

Memuat komentar...