Gultik Mpok Ning: Warung Blok M Berbuka di Denpasar
Gambar atau konten salah?
Gultik Mpok Ning adalah warung yang menyalurkan cita rasa gultik khas Blok M, Jakarta Selatan, ke Denpasar. Warung ini terletak di sudut Jalan Teuku Umar Barat, tepatnya di persimpangan Jalan Teuku Umar Barat – Jalan Gunung Lumut dan Jalan Tangkuban Perahu.
Pemiliknya, Mpok Ning, bernama lengkap Naning Setyorini, berasal dari Jakarta. Ia telah merantau ke Bali selama delapan tahun, bekerja sebagai juru masak di berbagai restoran dan hotel. Selama masa itu, ia sering mengunjungi Blok M, tempat ia pertama kali mencicipi gultik pada tahun 1990-an.
“Jadi niat saya tuh ingin memindahkan makanan khas Jakarta ada di Bali,” ujarnya ketika ditemui di warung pada 07 Juni 2026.
Awalnya, Mpok Ning ingin membuka ketoprak. Namun, setelah mengecek pasar, ia memutuskan gultik karena belum ada penjual di daerah tersebut. “Tadinya saya mau buka ketoprak, akhirnya buka gultik seru nih kayaknya nggak ada di sini yang jual. Waktu saya browsing di Youtube juga nggak ada,” jelasnya.
Pengalaman panjang di dunia kuliner menjadi modal utama. Ia mengingat, “Saya makan gultik sejak tahun 90-an. Saya kan lulus SMA tahun 1992, waktu itu saya sudah main di Blok M. Kebetulan saya anak-anak Jaksel dulu,” sambil mengisi kuah bagi pelanggan.
Warung ini masih baru, hanya sekitar satu bulan lebih. Namun, antusiasme warga Denpasar terlihat tinggi. Setiap hari, warung buka mulai pukul 19.00 hingga 02.00 Wita.
Sejak pertama kali dibuka, Mpok Ning hanya menyiapkan 3‑5 kg beras. Kini, ia menghabiskan sekitar 15 kg beras per hari, sementara daging kambing disiapkan lebih dari 10 kg. Kebutuhan bahan ini menunjukkan peningkatan permintaan yang signifikan.
Harga gultik ditetapkan Rp 13 ribu per porsi, lebih murah dibandingkan rata‑rata di Jakarta yang berkisar Rp 15 ribu per porsi. Harga ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang ingin menikmati makanan khas Jakarta dengan harga terjangkau.
“Dan bumbunya saya bikin setiap hari, fresh tidak pernah saya menyimpan bumbu,” tambahnya, menegaskan komitmen pada kualitas dan kesegaran.
Dengan kombinasi pengalaman, harga bersaing, dan lokasi strategis, Gultik Mpok Ning berhasil menembus pasar kuliner Denpasar. Warung ini menunjukkan bagaimana cita rasa lokal dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan selera penduduk setempat, sekaligus menjaga identitas aslinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Warteg Tegal Jadi Fokus Pemeriksaan Omzet Penurunan
Kevin Ardilova Pilih Mie, Bakso, dan Ayam Goreng Tebet
Jensen Huang di Korea: Rapat Bisnis dan Cinta Ayam Goreng
Blok M Hub: Tempat Kuliner Trendy Untuk Generasi Muda
5 Tempat Nasi Uduk & Ayam Goreng Terbaik di Jakarta
Blok M Hub: Soto Arab Betawi & Gleg N Go Menarik Pengunjung
Berita Terbaru
Sekolah Rakyat Banyuwangi 75% Selesai, Target 20 Juni 2026
Harga Honda PCX160 & Yamaha Nmax 155 Juni 2026 Resmi
48 Pelajar Kembali ke Tanah Air Setelah 10 Bulan di AS
FLOQ Tutup Dana Strategis $11,3 Juta, 1,8 Juta User Indonesia
Pasokan Gas Domestik Aman, Harga Naik, Menteri Jamin
Prabowo Melantik Nanik Sudaryati Deyang Kepala BGN Baru
