48 Pelajar Kembali ke Tanah Air Setelah 10 Bulan di AS

Mira T. · 3 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
48 Pelajar Kembali ke Tanah Air Setelah 10 Bulan di AS

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Sebanyak 48 pelajar Indonesia peserta program Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) 2025-2026 resmi kembali ke Tanah Air setelah menjalani pertukaran pelajar selama 10 bulan di Amerika Serikat (AS).

Selama program berlangsung, para siswa tinggal bersama keluarga angkat (host family), bersekolah di sekolah menengah Amerika, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter Haymond, mengatakan program YES merupakan salah satu program pertukaran pelajar unggulan Pemerintah Amerika Serikat yang berfokus membangun hubungan antarmasyarakat kedua negara sejak usia muda.

"Tahun ini ada 48 siswa yang berangkat ke Amerika Serikat. Mereka tinggal bersama keluarga Amerika selama satu tahun ajaran penuh dan mendapatkan pengalaman langsung sebagai remaja Amerika sebelum kembali ke Indonesia," kata Haymond dalam acara penyambutan peserta YES 2025-2026 di Hotel Gran Alia Jakarta, Jl Prajurit KKO Usman-Harun, Jakarta Pusat, Senin, 08 Juni 2026.

Program YES telah berlangsung selama 23 tahun dan melibatkan hampir 2.000 alumni di Indonesia.

Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan ditempatkan di berbagai negara bagian di Amerika Serikat.

Menurut Haymond, para peserta tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga berperan sebagai duta budaya Indonesia selama berada di Amerika Serikat.

"Ia menjelaskan banyak warga Amerika yang mengenal Indonesia secara langsung melalui interaksi dengan peserta program YES. Sebaliknya, setelah kembali ke Indonesia, para siswa juga diharapkan dapat membagikan pengalaman dan pemahaman mereka tentang kehidupan di Amerika Serikat kepada keluarga, teman, maupun masyarakat sekitar."

"Ketika mereka berada di Amerika, mereka membantu masyarakat setempat mengenal Indonesia, tradisi, dan budayanya. Saat kembali ke Indonesia, mereka membawa pengalaman baru dan menjadi sumber informasi bagi lingkungan mereka tentang Amerika," ujarnya.

Haymond menilai pengalaman tinggal di negara lain pada usia sekolah menengah dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan pribadi peserta, mulai dari kemampuan bahasa, kemandirian, hingga cara pandang terhadap dunia.

Berbeda dengan sejumlah program pertukaran pelajar lainnya, peserta YES tinggal bersama keluarga angkat selama sepuluh bulan.

Menurut Haymond, pengalaman hidup bersama keluarga Amerika menjadi salah satu aspek yang membuat program ini istimewa.

Selain mengikuti kegiatan akademik di sekolah, peserta juga terlibat dalam aktivitas keluarga dan komunitas setempat sehingga memperoleh pengalaman budaya yang lebih mendalam.

"Kami berharap mereka tetap menjaga hubungan dengan keluarga angkat dan teman-teman yang mereka temui selama di Amerika. Hubungan seperti itu sering kali bertahan hingga puluhan tahun," katanya.

Haymond menambahkan hubungan antarmasyarakat yang terbangun melalui program pertukaran menjadi fondasi penting dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Amerika Serikat di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Yayasan Bina Antarbudaya Asmir Agoes mengatakan program pertukaran pelajar ditujukan untuk memberikan pengalaman internasional sekaligus membentuk generasi muda yang mampu berkolaborasi dan menghadapi tantangan global.

"Kami membangun mereka sebagai pemimpin masa depan. Melalui program ini, kami tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun kebersamaan," ujar Asmir dalam sambutannya.

Setelah kembali ke Indonesia, para alumni YES akan bergabung dalam jaringan alumni pertukaran pelajar dan didorong untuk terus berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pengabdian masyarakat di daerah masing-masing.

Program ini menekankan hubungan antarbudaya, memperkuat jaringan alumni, dan menyiapkan generasi muda untuk berkolaborasi di tingkat global.

Program YESPelajar IndonesiaAmerika SerikatPertukaran pelajarHubungan antarmasyarakatKeluarga angkatAlumni

Komentar

Memuat komentar...