Gunung Padang Lanjutkan Penelitian & Pemugaran 2026
Gambar atau konten salah?
Situs Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akan terus dikembangkan melalui penelitian dan pemugaran yang dipimpin oleh tim peneliti.
Rencana penelitian dan pemugaran Megalitikum Gunung Padang dijadwalkan tetap berlangsung hingga 01 April 2026. Fokus utama pada 01 March 2026 adalah lapisan budaya dan pemugaran di teras keempat.
Ali Akbar, Ketua Tim Peneliti dan Pemugaran, mengungkapkan bahwa rapat koordinasi dengan berbagai instansi telah dilaksanakan untuk melanjutkan kajian serta pemugaran di situs tertua di dunia ini.
Menurut Ali Akbar, “Lanjutan penelitian dan pemugaran akan berjalan di akhir 31 March 2026 dimulai dengan kajian serta pemugaran lanjutan yang sebelumnya sudah dilakukan di teras lima yang usianya sekitar 500 tahun sebelum masehi.”
Proses pemugaran dimulai di teras lima, kemudian berlanjut ke teras empat, dan secara bertahap ke teras satu. Langkah ini bertujuan mengungkap lapisan budaya yang tersembunyi di bawah permukaan.
Tim ahli akan melakukan penggalian hingga kedalaman lebih dari 20 meter di bawah permukaan situs megalitikum. Penggalian tahun ini akan lebih dalam dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Penggalian pertama tahun lalu hanya mencapai struktur pada kedalaman 4-5 meter karena keterbatasan waktu. Namun di tahap kedua, tim peneliti akan menggali lebih dalam lagi untuk mengungkap dugaan adanya struktur yang lebih tua terpendam di bawah tanah.
“Fokus kajian pada lapisan budaya yang lebih tua dan pemugaran di teras keempat dan seterusnya sampai teras satu, melibatkan lebih dari 100 orang ahli,”
menyatakan Ali Akbar. Pemugaran tahun 2026 akan berlangsung hingga akhir tahun, dengan arkeolog serta ahli yang dilibatkan sama dengan tahun sebelumnya. Diharapkan semakin banyak fakta baru yang terungkap dalam kajian dan pemugaran tahun ini.
Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang memulai tahap pemugaran guna mengembalikan sejumlah bebatuan di teras utama yang berubah ke posisi semula. Ali Akbar menjelaskan bahwa penelitian dan pemugaran yang dilakukan cukup rumit karena tidak hanya di permukaan, namun terdapat lapisan budaya yang berada di bawah tanah.
“Pemugaran tahap awal fokus pada perbaikan struktur bebatuan di teras utama atau yang tampak di permukaan saat ini yang mengalami pergeseran, dikembalikan ke posisi asal,”
kata Ali Akbar. Batu yang sebelumnya dalam posisi tegak atau berdiri, saat ini dalam posisi jatuh atau rebah, sehingga dikembalikan ke posisi awal tegak atau disebut dengan rekonstruksi, setelah tim menyakini hal tersebut berdasarkan data dan visual.
Tim melanjutkan pemugaran dan penguatan teras samping situs agar tidak longsor, sehingga prioritas utama memperpanjang usia situs dengan mengembalikan posisi dan penguatan teras samping yang ditargetkan tuntas 31 December 2026 sebelum melakukan kajian lebih lanjut.
Dengan langkah-langkah ini, situs Gunung Padang diharapkan dapat mempertahankan nilai sejarahnya dan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang peradaban kuno di wilayah Jawa Barat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
