Guru SMAN 1 Purwakarta Ampun Siswa Tersangka Mengakukannya

Dian P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Guru SMAN 1 Purwakarta Ampun Siswa Tersangka Mengakukannya

Gambar atau konten salah?

Video singkat yang menunjukkan pelajar mengacungkan jari tengah kepada seorang guru di SMAN 1 Purwakarta telah memicu reaksi luas di kalangan masyarakat. Video tersebut menampilkan Syamsiah, yang biasa dipanggil Bu Atun, dalam situasi yang tidak pantas. Meski menjadi objek ejekan, Bu Atun memilih untuk mengampuni alih-alih marah.

Syamsiah baru saja mulai mengajar di sekolah tersebut. Sebagai guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), ia menekankan nilai adab dan kasih sayang. Bu Atun mengungkapkan bahwa ia tidak menyadari dirinya direkam saat kejadian pada Kamis lalu. Ia mengatakan, “Saya manusiawi kalau saya sedih, tapi keimanan saya tidak akan dirusak oleh rasa sedih, dan sakit manusiawi. Tapi keimanan saya mengobati luka hati saya agar anak-anak saya selamat dunia akhirat, itu yang ada di hati saya.”

Reaksi Bu Atun tidak menimbulkan tindakan hukum. Ia menegaskan, “Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak.”

Menurutnya, adab adalah hal utama. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter di atas nilai akademik. “Adab itu hal utama. Saya selalu tanamkan pendidikan karakter, tapi mungkin belum sepenuhnya sampai. Tugas guru adalah terus sabar dan membimbing,” ujarnya.

Keputusan Bu Atun juga didorong oleh rasa sayang. Ia melihat sembilan siswa kelas XI IPS bukan pelaku kejahatan, melainkan anak yang tersesat. Ia berkata, “Saya sayang kepada siswa. Semakin mereka salah, semakin saya ingin membimbingnya. Saya ingin mereka menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak.”

Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Jawa Barat menegakkan sanksi sosial. Sembilan siswa dikenai tugas membersihkan lingkungan sekolah, termasuk toilet, selama tiga bulan. Selain itu, mereka ditempatkan di ruang khusus selama jam belajar untuk melindungi kondisi psikologis dan mencegah potensi perundungan. Selama masa sanksi, siswa akan mendapat bimbingan psikolog dan wali kelas untuk memantau perubahan sikap.

Video ini menyoroti dinamika hubungan guru dan murid di era digital. Bu Atun menunjukkan contoh bagaimana seorang pendidik dapat tetap menjaga integritas sambil menanggapi pelanggaran perilaku. Ia menekankan bahwa keimanan dan kasih sayang dapat menjadi alat penyembuh luka hati. Sanksi yang diterapkan menekankan pentingnya pembinaan karakter dan dukungan psikologis bagi pelajar yang terlibat.

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga tentang membentuk karakter. Guru seperti Bu Atun mengajarkan bahwa pengampunan dan doa dapat menjadi langkah awal menuju perubahan positif. Sementara itu, tindakan disiplin yang melibatkan kerja keras dan dukungan psikologis menunjukkan bahwa sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung bagi semua siswa.

video pelajarguru Bu Atunpengampunanpembinaan karaktersanksi sosialdukungan psikologispendidikan karakter

Komentar

Memuat komentar...