Gus Salam Calon Ketua Umum PBNU, Harap Kembalikan Harmoni NU

Jaka M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
Gus Salam Calon Ketua Umum PBNU, Harap Kembalikan Harmoni NU

Gambar atau konten salah?

Gus Salam, pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif Denanyar di Jombang, mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pernyataan ini dibuat pada Selasa, 28 April 2026 di Surabaya.

Ia mengatakan telah mengirimkan salam kepada sejumlah kiai sepuh di Indonesia. Dalam prosesnya, Gus Salam juga meminta izin kepada Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul). “Sudah menyampaikan langsung ke Gus Yahya pas kebetulan bertemu di Yogyakarta. Kemudian dengan Gus Ipul saya bertemu di Jombang,” ujarnya.

Menurutnya, kedua tokoh tersebut memberi respons positif. “Beliau terbuka, Gus Ipul menyampaikan silakan berproses, Gus Yahya juga terbuka semua pihak boleh berikhtiar,” tambahnya.

Gus Salam juga mengaku telah menyapa banyak kiai sepuh, baik di Jawa Timur maupun wilayah lain. Berikut beberapa nama yang pernah ia sapa:

  • Kiai Nurul Huda Ploso
  • Kiai Anwar Manshur Lirboyo
  • Kiai Kafabihi Mahrus Lirboyo
  • Kiai Kholil As'ad Situbondo
  • Kiai Fuad Nurhasan Sidogiri
  • Kiai Miftachul Akhyar
  • Kiai Abdul Hannan Kediri
  • Kiai Ma'ruf Amin (Jakarta)
  • Kiai Said Aqil (Jakarta)
  • Kiai Ubaidillah Ruhiyat Jawa Badat (lokasi Muktamar 1994)
  • Kiai Abun Bunyamin (Rois Syuriah)
  • Kiai Nuh Addawami
  • Guru Wildan (Kalimantan Selatan)
  • Kiai Ubaidullah Shodaqoh (Jawa Tengah)
  • Kiai Asep Saifuddin Chalim (Jawa Timur)

Para kiai tersebut merespons dengan baik. “Para masyayikh memberikan doa restu untuk mengabdi di Muktamar NU tahun ini,” kata Gus Salam.

Ia menegaskan keinginannya agar NU kembali harmonis seperti dulu. Menurutnya, islah yang terjadi di PBNU saat ini hanyalah islah semu. “Saya lihatnya sekarang islah itu islah semu. Kepentingan organisasi sudah tidak berjalan, dibuktikan dengan menumpuknya SK-SK cabang NU hingga wilayah yang belum selesai dikeluarkan PBNU. Cenderung stagnan,” ungkapnya.

Gus Salam berharap langkah-langkah ini dapat memperkuat peran NU dalam masyarakat. Ia menekankan pentingnya dukungan semua pihak untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan kehadiran Gus Salam di panggung politik NU, harapan muncul bahwa organisasi dapat kembali fokus pada misi sosial dan keagamaan yang telah lama menjadi landasan utama.

Gus SalamPBNUkiai sepuhNUislas semumuktamar NUharmonis

Komentar

Memuat komentar...