Habibie Legacy Experience: Kenangan Makanan Presiden

Kartika D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Habibie Legacy Experience: Kenangan Makanan Presiden

Gambar atau konten salah?

B.J Habibie menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada periode 1998-1999. Pada masa itu, Indonesia sedang menghadapi krisis moneter yang berat. Sebagai penerus Soeharto, beliau harus segera menstabilkan perekonomian negara.

Selain peran politiknya, B.J Habibie juga dikenal sebagai pelopor dalam dunia aviasi Indonesia. Ia berkontribusi besar pada pengembangan industri penerbangan di tanah air. Namun, di balik prestasinya yang gemilang, ia tetap sederhana dalam kehidupan sehari‑harinya.

Untuk mengenang sosoknya, Plataran Catering Service bekerja sama dengan Wisma Habibie menggelar acara bernama Habibie Legacy Experience. Acara ini dimulai dengan kunjungan ke perpustakaan pribadi Habibie yang terkenal, lalu dilanjutkan dengan tur ke berbagai sudut rumah yang penuh kenangan bersama istrinya, Ainun.

Setelah tur selesai, para tamu disambut dengan menu yang disiapkan khusus. Chef Reiyan Trisanda merancang hidangan-hidangan sesuai dengan selera B.J Habibie. Salah satu hidangan utama adalah sayur lodeh, yang konon tak boleh terlewatkan di meja makan presiden kelahiran Parepare.

Sayur lodeh tersebut berisi kacang panjang, melinjo, jagung, labu, dan bahan lain yang biasa dimasak. Namun, ada perbedaan kecil: B.J Habibie tidak terlalu suka santan, sehingga krimer digunakan sebagai pengganti. Hal ini menunjukkan preferensi pribadi beliau terhadap rasa yang lebih ringan.

Meskipun darahnya Bugis, B.J Habibie mengaku bahwa budaya Jawa sangat mendominasi hidupnya. Ibu dan istrinya berasal dari Jawa, sehingga makanan khas pulau tersebut menjadi favoritnya. Hidangan seperti ayam semur, sate domba gulai, iga sapi, dan nasi liwet sering menjadi pilihan di meja makan.

Untuk memastikan keaslian rasa, Chef Reiyan belajar langsung dari juru masak di rumah Habibie. Ia meniru cara tradisional memasak, namun menambahkan sentuhan elegan. Misalnya, ayam semur dilapisi tepung untuk memperkaya tekstur, dan sate domba diberi bumbu gulai yang terinspirasi dari kebiasaan Habibie.

Menu penutupnya pun menarik: Strudel Apel yang menggabungkan cita rasa khas Jerman dengan nuansa Indonesia. Pilihan ini mencerminkan latar belakang Habibie yang pernah tinggal di Jerman.

Semua hidangan ini hanya tersedia di Plataran Catering Service saat acara di Wisma Habibie. Acara ini menjadi cara yang istimewa untuk mengenang jasa dan kebiasaan Habibie, sekaligus memperlihatkan bagaimana makanan dapat menjadi jembatan antara budaya dan sejarah.

Keseluruhan pengalaman ini menyoroti bagaimana B.J Habibie tetap sederhana dalam pilihan makanannya, meski memiliki latar belakang internasional. Ia memilih masakan rumahan yang autentik, menyesuaikan dengan selera pribadi, dan tetap menghargai warisan budaya Indonesia.

B.J HabibieHabibie Legacy ExperiencePlataran Catering ServiceWisma Habibiesayur lodehayam semurstrudel apel

Komentar

Memuat komentar...