Haji: Kewajiban dan Dalil Al‑Qur'an serta Hadits Pentingnya

Dedi S. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 121 dibaca
Bisik.id
Haji: Kewajiban dan Dalil Al‑Qur'an serta Hadits Pentingnya

Gambar atau konten salah?

Haji merupakan ibadah yang diuraikan secara jelas dalam Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhammad SAW. Umat Muslim yang akan menunaikan haji harus memahami dalil-dalil yang menjadi dasar rukun Islam ini.

Menurut buku Panduan Ibadah Haji dan Umrah karya Dr. drh. Hj. Rr. Retno Widyani, MS, MH, dan Drs. H. Mansyur Pribadi, M.Pd., para ulama fiqih mendefinisikan haji sebagai kunjungan sengaja ke Ka'bah untuk melaksanakan amalan‑amalan tertentu atau mengunjungi tempat‑tempat khusus pada waktu yang ditentukan guna menunaikan amalan tersebut.

Singkatnya, haji adalah berkunjung dengan sengaja disertai niat khusus ke Baitullah untuk beribadah kepada Allah sesuai rukun atau syarat tertentu pada waktu yang telah ditetapkan. Allah menurunkan Al-Qur'an dan memberi petunjuk melalui hadits Nabi Muhammad SAW sebagai rujukan bagi calon haji.

Dalil Ibadah Haji dalam Al-Qur'an

Perintah melaksanakan ibadah haji tercantum dalam Al-Qur'an surat Al-Hajj ayat 27 dengan bunyi:

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Artinya: “Dan berserulah kepada manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

Ketentuan melaksanakan ibadah haji tercantum dalam surat Ali Imran ayat 97, yaitu wajib hukumnya bagi umat muslim yang mampu dari segi fisik, finansial, dan waktu:

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: “Di sana terdapat tanda‑tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang‑orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”

Keutamaan ibadah haji juga disebutkan dalam Al-Hajj ayat 32:

ذٰلِكَ وَمَنْ يُّعَظِّمْ شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ فَاِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوْبِ

Artinya: “Demikianlah (perintah Allah). Dan batrang siapa mengagungkan syiar‑syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.”

Dalil Ibadah Haji dalam Hadits Rasulullah

Hadits-hadits yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan perkara haji dengan rincian lebih lanjut. Meski beliau melaksanakan haji hanya sekali seumur hidup, terdapat beberapa riwayat tentang haji yang perlu diketahui umat muslim.

1. Haji Bagian dari Rukun Islam
Imam An Nawawi menyebutkan dalam Kitab Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 3, terdapat salah satu hadits yang menyebut lima perkara yang menopang penuh untuk menyempurnakan agama Islam. Dari Ibnu Umar ia berkata:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم «بُنِيَ الإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ»

Artinya: Nabi SAW bersabda: “Islam itu didirikan atas lima perkara. Yaitu, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadan.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

2. Balasan Haji yang Mabrur
Dari Abu Hurairah RA:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Artinya: Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Umrah ke umrah menghapus dosa antara keduanya, dan tidak ada pahala bagi haji mabrur kecuali surga.” (HR Malik, Bukhari, Muslim, At‑Tirmidzi, An‑Nasai, Ibnu Majah, Al‑Asbihani).

3. Ampunan Bagi yang Berhaji
Dari sahabat Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

أَبِي هُرَيْرَةَ عَن رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللَّهِ إِنْ دَعَوْهُ أَجَابَهُمْ وَإِنْ اسْتَغْفَرُوهُ غَفَرَ لَهُمْ

Artinya: Dari sahabat Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jamaah haji dan umrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, Allah memenuhi permintaan mereka dan jika mereka meminta ampun kepada-Nya, niscaya Allah mengampuni mereka,” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Demikian beberapa ayat‑ayat Al-Qur'an dan hadits‑hadits Nabi Muhammad SAW terkait ibadah haji. Dalil‑dalil tersebut dapat menjadi pengingat bagi umat muslim bahwa ibadah haji sangat penting dan segala aspeknya memiliki keutamaan. Dari dalil‑dalil tersebut, umat Muslim dapat melihat bahwa haji memiliki landasan kuat dalam syariat, sekaligus menjadi ujian iman dan kesungguhan dalam menunaikan kewajiban kepada Allah.

HajiAl‑Qur’anHadisRukun IslamUmrahKewajibanSurga

Komentar

Memuat komentar...