Halte Malang Diwarnai Pink, Tiba Tanda Vandalism Seruan

Ratna D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Halte Malang Diwarnai Pink, Tiba Tanda Vandalism Seruan

Gambar atau konten salah?

Di Jalan Veteran, Kota Malang, halte yang baru saja dicat ulang dua hari lalu menjadi sorotan karena vandalisme yang terjadi. Komunitas dan warga memelihara halte tersebut dengan cat pink, namun seketika setelah proses pengecatan selesai, fasilitas umum tersebut diserang oleh pelaku yang menorehkan tulisan Hedge Merch dan grafiti kuning.

Pengamatan di lokasi menunjukkan bahwa konstruksi besi pada beberapa bagian halte telah berubah warna. Bagian timur tempat duduk warga menunggu angkutan umum menampilkan coretan cat hitam, sementara sisi barat atas masih memuat coretan grafiti berwarna kuning. Masyarakat, khususnya pengguna TransJatim, mengeluhkan kondisi ini karena membuat halte terlihat kumuh dan kotor.

Ghea Nugrasesanty, mahasiswi asal Jakarta, mengungkapkan kekecewaannya. “Kan baru dicat ya. Lalu ada vandalisme lagi, tentunya ini sangat disayangkan. Kalau kotor gini kan kelihatannya kumuh,” ujarnya pada hari Senin, 27 April 2026. Ia menilai bahwa vandalisme menambah kesan tidak terawat pada halte yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi penumpang.

Ghea juga menyoroti kurangnya perhatian pemerintah kota. “Pemkot kayaknya kurang perhatian sama ruang publik utamanya transportasi umum,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa banyak halte di Malang masih dalam kondisi kotor dan tidak terawat, sehingga tidak ada inisiatif dari warga maupun pemerintah untuk memperbaikinya.

Menurut Ghea, kondisi halte yang tidak terawat membuatnya merasa tidak nyaman menggunakan transportasi umum. “Halte kotor dan tidak terawat. Kalau dari warga tidak ada yang bergerak berinisiatif saya yakin Pemkot juga tidak peduli,” keluhnya. Ia berharap ada upaya perawatan dan perbaikan agar fasilitas umum tetap terjaga dan nyaman bagi masyarakat.

Ghea menegaskan bahwa kondisi halte di Malang masih tertinggal dibandingkan kota besar lain. “Harapannya, ada perawatan, dibagusin lagi, biar lebih nyaman, seperti Jakarta kan tertata rapi,” tutupnya.

Sejumlah komunitas, dipimpin oleh Wahyu Setyo Pratama, turun ke jalan untuk mengecat ulang Halte Trans Jatim di kawasan Jalan Veteran. Langkah ini diambil sebagai kritik terhadap pemerintah yang dianggap mengabaikan perawatan fasilitas umum.

Wahyu Setyo Pratama menyatakan bahwa tindakan mengecat ulang ini dimaksudkan untuk menyoroti kurangnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur transportasi. Ia berharap aksi ini dapat memicu perbaikan yang lebih serius.

Vandalisme ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintah kota dapat lebih responsif terhadap kebutuhan fasilitas publik. Masyarakat menuntut kebersihan dan pemeliharaan yang lebih baik agar halte tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua.

Secara keseluruhan, kejadian ini menegaskan pentingnya perawatan berkelanjutan bagi fasilitas umum. Tanpa perhatian yang tepat, upaya komunitas semata-mata tidak cukup untuk menjaga kebersihan dan keamanan halte bagi masyarakat.

Halte Trans JatimVandalismePemerintah Kota MalangPerawatan Fasilitas PublikKebersihan HalteGrafitiKomunitas TransJatim

Komentar

Memuat komentar...