Hantavirus: 11 kasus terdeteksi pada MV Hondius di dunia

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 118 dibaca
Bisik.id
Hantavirus: 11 kasus terdeteksi pada MV Hondius di dunia

Gambar atau konten salah?

Hantavirus kembali menjadi sorotan kesehatan dunia setelah 11 kasus dilaporkan hingga 12 Mei 2026. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menegaskan bahwa jumlah kasus masih dapat bertambah, mengingat masa inkubasi virus ini dapat mencapai 42 hari.

Wabah ini bermula dari kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina sejak 1 April 2026. Kapal tersebut membawa hampir 150 penumpang yang menargetkan wisata alam di wilayah terpencil dunia. Dari seluruh kasus yang terdeteksi, 9 sudah terkonfirmasi melalui tes laboratorium, sementara 2 lainnya masih dalam status suspek. Tiga orang telah meninggal, yakni pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman.

Salah satu penumpang asal Amerika Serikat, Jake Rosmarin, kini menjalani karantina di University of Nebraska Medical Center (UNMC), Omaha, Nebraska. Ia bersama 15 warga Amerika lainnya ditempatkan di National Quarantine Center setelah kembali dari pelayaran tersebut.

"Saya senang berada di tempat di mana kami dirawat dengan baik dan mendapat perhatian medis jika sesuatu terjadi," kata Rosmarin kepada NBC News. Ia mengaku sempat ketakutan saat mengetahui adanya wabah hantavirus di kapal, namun setelah mencari informasi lebih lanjut, ia sedikit lebih tenang karena penyakit tersebut sudah cukup dikenal di dunia medis.

Meski belum mengalami gejala dan belum dinyatakan positif, Rosmarin tetap berada dalam pengawasan ketat. Dua warga Amerika lain bahkan ditempatkan di unit biokontainmen sebagai langkah antisipasi.

WHO menyebut masa inkubasi hantavirus bisa mencapai 42 hari. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan kemungkinan masih akan muncul kasus baru dalam beberapa pekan mendatang. "Kita mungkin akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu ke depan," ujarnya, dikutip dari NBC News, Rabu, 13 Mei 2026.

Pejabat kesehatan Amerika Serikat menegaskan risiko penularan ke masyarakat umum masih rendah. Varian Andes dari hantavirus disebut tidak mudah menyebar dan umumnya membutuhkan kontak dekat berkepanjangan dengan pasien bergejala. "Risiko bagi masyarakat umum tetap sangat rendah," kata Asisten Menteri Kesehatan AS Brian Christine.

WHO masih menyelidiki sumber wabah. Salah satu dugaan mengarah pada aktivitas pengamatan burung di Argentina selatan yang diikuti salah satu korban sebelum naik kapal pesiar.

Kasus positif hantavirus Andes virus juga telah ditemukan di Prancis, Spanyol, dan Swiss. Otoritas kesehatan di sejumlah negara kini terus memantau para penumpang dan orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan mereka.

Sementara itu, seluruh penumpang MV Hondius telah turun dari kapal. Sebanyak 27 awak kapal yang tersisa kini berlayar menuju Rotterdam, Belanda dan tiba akhir pekan ini.

Wabah ini masih dalam tahap awal, namun WHO dan otoritas kesehatan lainnya tetap waspada. Risiko penularan ke masyarakat umum dinilai rendah, namun pengawasan ketat dan pengujian terus dilakukan untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih lanjut.

HantavirusMV HondiusWHOkapal pesiarinkubasi 42 hariwabahpenularan rendah

Komentar

Memuat komentar...